Blitar, (bisnissurabaya.com) – Mizu water, diyakini dapat menanggulangi kesulitan air bersih di pelosok desa. Karena itu, Rektor ITTelkom Surabaya, Dr Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., di Desa Kalidahu Blitar, meresmikan Mizu Water sebagai inovasi masalah kesulitan akses air bersih di desa tersebut Sabtu (30/1).

Proyek pembuatan Mizu Water ini sudah dimulai dari Oktober 2020 dan   memakan waktu satu bulan dari mulai analisa lapangan hingga pembuatan alat. Proyek Mizu Water ini tidak akan berhenti pada peresmian tersebut karena akan terus dilakukan pemantauan terhadap alat dan tidak memungkinkan adanya pengembangan lainnya.

“Nanti proyek ini akan dimonitor secara daring sementara masih dilakukan melalui kabel dan akan terus dikembangkan dan dilakukan perbaikan-perbaikan ke depannya. Sejauh ini monitoring pompa dan lain sebagainya sudah menggunakan aplikasi dan dapat dilakukan monitoring melalui internet. Hanya saja sejauh ini kendalanya dari jaringank,” papar Tri Arief Sardjono.

“Terima kasih banyak atas bantuan dari ITTelkom Surabaya karena beberapa tahun ini desan kami mengalami kekeringan dan masyarakat mengeluarkan uang sangat banyak untuk sumur bor. Insyaallah ke depannya kita olah bersama agar dapat bermanfaat sejak banyak hal dalam lini kehidupan yang membutuhkan air. Karena ada bantuan sumur bor ini saya berharap pula ini dapat digunakan dan dikelola dengan baik. Ke depannya kami akan membentuk pengurus untuk mengurus proyek ini,” kata Kepala Kelurahan Desa Kalidahu Ngeni, Iwan Haris Efendi.

Pada kesempatan yang sama warga juga diajak untuk melihat demonstrasi cara kerja alat yang dilakukan oleh tim mahasiswa yang membuat, sehingga nantinya dapat digunakan secara maksimal. “Nama alat ini Mizu Water yang berguna untuk memudahkan pekerjaan warga mencari air. Terdiri dari 2 bagian, sumur bor dan tandon yang terpisah oleh jarak dan terkoneksi melalui pipa air. Cara kerjanya terdapat panel yang dipasang dekat tandon sebagai media komunikasi untuk tahu debit air dalam tandon kemudian menghubungkan dengan sumur. Jadi ketika air dalam penampungan hamper habis maka panel akan mengirimkan sinyal ke panel control sumur untuk menyalakan genset dan pompa, ketika sudah penuh maka akan mati secata otomatis. Panel control sumur dan tandon penampungan ini terkoneksi secara wireless menggunakan atena sehingga dapat berkomunikasi jarak jauh.” jelas Yosefan Alfeus Bayuaji, salah satu tim mahasiswa proyek Mizu Water.

Proyek inovasi Mizu Water berbasis IoT ini juga masuk Top 10 ketegori Social Project dalam Kompetisi Innovillage yang merupakan kompetisi sociopreneurship dibidang teknologi digital melalui sinergi PT Telkom Indonesia dengan Perguruan Tinggi Swasta. (stady)