Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jawa Timur/Jatim dapat menjadi leader untuk kawasan regional ekonomi syariah di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menyiapkan Kawasan Industri Halal (KIH) di Jatim akan mendorong perkembangan industri produk halal di Indonesia.

Penegasan itu dikemukakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya Minggu (31/1). Ia mengatakan, saat ini negara eksportir produk halal terbesar di dunia dipegang Brazil. Indonesia menjadi importir terbesar untuk produk halal.

“Dengan masih besarnya kebutuhan masayarakat Indonesia akan produk halal yang masih banyak dipenuhi dari impor, maka menjadi peluang bagi Jawa Timur untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan KIH yang akan dibangun di Jatim, maka kita bisa menjadi menguasai regional ekonomi syariah di Indonesia,” jelasnya.

Untuk bisa mematangkan konsep KIH, pihaknya dalam waktu dekat akan mengajak para pakar dan akademisi fakultas ekonomi syariah dari kampus negeri, swasta dan agama di Jatim. “Para akademi ini bisa membantu mendiseminasikan konsep dan memberikan masukan untuk KIH,” harapnya.

Selain itu, Pemprov Jatim dibantu Bank Indonesia Perwakilan Jatim juga mengundang asosiasi UMKM terkait KIH. “Jadi pelaku UMKM perlu diberikan pemahaman. Mereka bisa dilibatkan dalam menciptakan produk halal di Jawa Timur,” ujarnya.

KIH adalah suatu area yang dikhususkan untuk produksi dan tempat penyimpanan produk halal. Di mana integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat. Bahkan, gubernur meminta KIH dapat terintegrasi mulai produksi, sertifikasi, hingga pemasarannya.

KIH ini merupakan pengembangan kawasan industri di Safe N Lock yang berdiri di atas lahan seluas 410 hektare. Lahan KIH ini direncanakan mencapai 148 hektare. Sebagai pengelola, PT Makmur Berkah Amanda siap menambah luasan. Terutama untuk sektor pariwisata, makanan dan minuman, kosmetik hingga kesehatan. (bw)