Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak seribu 254 ahli waris warga Surabaya yang meninggal akibat Covid-19 belum dapat santunan. Sedikitnya, ada 524 berkas masih dalam proses pengurusan di kemensos dan sisanya 730 keluarga ahli waris belum melakukan pengurusan. Karena itu, Komisi D DPRD Surabaya mendesak Pemkot Surabaya, mensosialisasikan informasi tersebut kepada ahli waris warga meninggal Covid-19.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah, usai menggelar rapat koordinasi dengan Dinsos dan Dinkes Surabaya terkait aduan warga ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 yang belum mendapat santunan dari pemerintah.

Ia mengatakan, dari 1.254 warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19, sebanyak 524 berkas yang diajukan pihak ahli waris, masih proses pengurusan di Kemensos. Sedangkan sisanya, 730 warga meninggal, keluarganya belum mengajukan kepada Pemkot Surabaya.

Untuk itu, Komisi D DPRD kota Surabaya, mendesak Dinas Sosial Surabaya, segera melakukan sosialisasi, terutama kepada warga yang belum melakukan pengurusan santunan. Selain itu, dinsos diminta untuk berkoordinasi dengan Kemensos, Supaya berkas yang sudah diproses, bisa mendapat pencairan dana santunan sebesar Rp 15 juta, melalui mekanisme yang sudah diatur oleh pemerintah pusat.

Adapun syarat pengurusan santunan, bagi warga surabaya yang meninggal karena Covid-19, sesuai perwali 20, yaitu, di makamkan di dua tempat makam khusus covid. Memiliki KK dan berindentitas atau KTP Surabaya yang dikeluarkan oleh dispendukcapil serta surat keterangan meninggal karena Covid-19 yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan. (stady/stv)