Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Beberapa hari terakhir ini, cuaca sedang tidak bersahabat. Tak dipungkiri, dampak cuaca buruk sangat dirasakan bagi beberapa masyarakat, terutama nelayan.  Namun, bagi para nelayan di pesisir pantai kenjeran, ternyata punya cara sendiri untuk mengetahui dan mengantisipasi cuaca yang akan terjadi beberapa jam ke depan.

Tak dipungkiri, cuaca buruk, seperti angin kencang dan ombak besar sangat merugikan nelayan. Mereka tak bisa melaut untuk mencari ikan. Selain berbahaya, bisa menenggelamkan kapal dan ikan pun juga susah didapat. Karena para nelayan ini tidak bisa menebarkan jaringnya ke tengah laut.

Nelayan ikan di kawasan Kenjeran Surabaya, Mac Roji, yang baru saja datang melaut menjelaskan, cuaca buruk bagi para nelayan sangat berbahaya. Bahkan, jika cuaca terlihat tidak bersahabat, ia tidak berangkat melaut.

‘’Karena angin kencang, ombak juga ikut besar. Sehingga, membuat kapal menjadi terombang-ambing,  susah untuk menebarkan jaring,’’ kata Roji, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (28/1). Bahkan, kata dia, bisa membuat kapal tengggelam.

Namun, bapak 2 anak yang sudah 15 tahun menjadi nelayan ini, punya cara khusus untuk mengetahui kondisi cuaca agar aman saat berangkat  melaut. Sebelum berangkat mencari ikan ke tengah laut, roji, selalu melihat  ke arah laut, jika air laut  terlihat tenang dan angin dalam kondisi tidak kencang, maka ia akan berangkat ke laut untuk mencari ikan.

Sementara itu, bagi Farel, seorang nelayan pencari kerang yang ada di Pesisir Kenjeran menegaskan, dampak cuaca buruk memang mempengaruhi pendapatannya.  Bila cuaca sedang baik, biasanya bisa dapat Rp 50.000, karena bisa mencari kerang hingga ke tengah laut.

Namun, jika cuaca buruk, seperti terjadi angin kencang dan ombak tinggi pendapatannya turun menjadi Rp 30.000, karena ia hanya bisa mencari kerang di pinggir laut. Karena  untuk mendapatkan kerang, nelayan harus menyelam ke dalam laut. Sedangkan, nelayan ikan, hanya menebar jaring ke laut, ikan pun akan terperangkap di jaring.

Meski setiap cuaca buruk, pendapatannya selalu menurun, namun, Farel, enggan alih profesi. Selain menjadi nelayan kerang, ia tetap akan mencari kerang walau hanya di pinggir laut saja. (irwanda/stv)