Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/ PPKM membuat pelaku bisnis, khususnya cafe harus kembali memperketat pemberlakuan protokol kesehatan/prokes agar tidak terkena sanksi. Namun, hal ini juga memiliki dampak terhadap pendapatan mereka yang menurun.

Saat era new normal, pelaku bisnis food and beverage diperbolehkan buka dengan kapasitas 50 persen. Namun, saat PPKM kapasitas mereka harus kembali dikurangi hingga tersisa 25 persen saja. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pemasukan mereka.

Belum lagi saat penerapan PPKM, mereka harus kembali menggalakkan penerapan protokol kesehatan. Mau tak mau, mereka melakukan untuk mematuhi peraturan Pemerintah agar tidak terkena sanksi. Seperti yang terlihat disalah satu cafe di kawasan Keputih Surabaya ini. Yang terlihat sepi sejak penerapan PPKM. Belum lagi dengan pembatasan jam operasional. Mau tak mau, mereka harus memutar otak agar dapat bertahan.

Owner Tropical Coffee, Reynald Khidir, berharap agar PPKM tak lagi diperpanjang untuk ketiga kalinya. ‘’Saya ingin pemerintah lebih menekankan pada penerapan prokes yang lebih diperketat,’’ kata Reynald Kidir, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Selasa (26/1). (husni/stv)