Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi membongkar prostitusi online melalui jejaring media sosial. Dalam modusnya, tersangka menjual gadis dibawah umur guna ditawarkan secara online, melalui media sosial mi-chat. Terakhir, tersangka menjajakan gadis yang masih berumur 15 tahun.

Polda Jatim merilis pengungkapan portitusi online anak di Mapolda Jatim. Tersangka berinisial AP (21),  warga Tambakrejo, Waru Sidoarjo Jawa Timur/Jatim. Dari hasil penyelidikan petugas, tersangka yang masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan Jatim ini, terbukti menjajakan bocah dibawah umur.

Modusnya, tersangka merayu calon korban untuk dijajakan kepada lelaki hidung belang. Berbekal foto milik korban, tersangka kemudian menawarkan korban dijejaring media sosial, aplikasi mi-chat. Oleh tersangka, korban dibanderol tarif bervariasi, yakni, Rp 500.000 hingga Rp 2 juta untuk satu kali kencan.

‘’Dari tarif tersebut, tersangka mendapat keuntungan 20 persen sesuai kesepakatan harga. Terakhir, tersangka menjajakan seorang gadis yang masih berusia lima belas tahun,’’ kata  Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol, Gatot Repli Handoko, didampingi Wadir Krimsus Polda Jatim, AKBP, Zulham Efendi, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Selasa (26/1).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 20 handphone yang digunakan sebagai sarana prostitusi. Dari barang bukti inilah, petugas juga menelisik rekam digital yang berisikan chating kegiatan prostitusi tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 296 KUHP, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. (feri/stv)