Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Di tengah program vaksinasi covid-19, jumlah perawat di Jawa Timur/Jatim yang meninggal dunia setelah terpapar covid-19 terus bertambah. Dalam sepekan, ada lima perawat yang wafat akibat terpapar corona.

Kini, sudah ada 86 perawat di Jatim yang meninggal karena covid. PPNI sendiri telah memberikan santunan kepada 72 perawat di Jatim yang meninggal akibat covid-19. Lima perawat di Jatim yang meninggal dunia akibat covid-19 ini diantaranya, Amrin Hakim, perawat Puskesmas Candipuro, Lumajang, Rochmad Misady, perawat Puskesmas Bendo, Kediri. Peltu Tarno Sujatmiko, perawat Puskesmas Tanggul, Jember dan Irene Sulistyaningrum, perawat RSUD kota Blitar.

Yang meninggal kelima kamis kemarin yaitu akad, perawat dari Puskesmas Ngujung Magetan. ‘’Dengan bertambah lima perawat, kini total perawat di jawa timur yang meninggal dunia akibat covid-19 mencapai 86 orang,’’ Bendahara DPP PPNI,  Apri Sunadi, di Surabaya Senin (25/1) kemarin.

Sementara, selama pandemi hingga saat ini perawat di Jatim yang terpapar covid-19 berjumlah 2.576 perawat. Sekitar 15 hingga 20 persennya masih dalam perawatan, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Banyaknya perawat di Jatim yang meninggal karena covid-19 mendapat perhatian dari pengurus persatuan perawat nasional indonesia, PPNI dengan memberikan santunan kepada ahli waris. Sedikitnya, 72 perawat telah mendapat santunan dari DPP PPNI. Belum semua perawat yang meninggal dapat santunan karena masih terkendala data dan persyaratan administrasi.

Terus bertambahnya kematian perawat akibat covid-19 ini, diharapkan program vaksinasi covid-19 menjadi solusi mengurangi angka kematian perawat. Di Jawa Timur sendiri sedikitnya 70.000 perawat siap mengikuti vaksinasi covid-19. (irwanda/stv)