Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Meningkatnya pasien Covid-19 membuat beberapa rumah sakit rujukan, baik milik Pemerintah Kota Surabaya maupun rumah sakit swasta menjadi penuh. Mengantisipasi hal ini, Pemkot Surabaya  menambah ruangan antrian dan bed di ruang IGD khusus pasien Covid-19.

Selain itu, pemkot juga melarang isolasi mandiri di rumah. Jika ada warga Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid wajib melakukan isolasi di Hotel Asrama Haji. Selain terkontrol juga tidak akan terjadi kluster baru.

Hampir satu tahun sudah pandemi Covid terjadi. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 yang tengah melanda berbagai kota di Indonesia. Mulai dari pembatasan sosial berskala besar atau PSBB hingga pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM yang tengah diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali.

Bahkan, saat ini PPKM juga diperpanjang hingga 2 pekan ke depan. Namun, jumlah pasien Covid terus  meningkat Termasuk di kota Surabaya. Bahkan beberapa rumah sakit rujukan di Surabaya, baik milik pemerintah maupun rumah sakit swasta yang menerima pasien Covid-19 saat ini sudah penuh.

Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan akan melakukan penambahan ruangan antrian serta penambahan bed atau tempat tidur khusus pasien Covid-19 di IGD pada rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Seperti, RS Suwandi  dan RS BDH.

Plt Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana yang ditemui di ruang kerjanya menegaskan, akan menambah ruang antrian serta penambahan bed di ruangan IGD. Seperti di RS Suwandi akan ditambah 33 bed. Sehingga dari 15 bed yang disediakan sekarang menjadi 48 bed.

Sementara, untuk ruangan ICU sendiri, Wisnu menegaskan hingga saat ini Pemkot Surabaya belum bisa melakukan penambahan. Hal ini di karenakan keterbatasan tenaga medis khusus ICU, meski tempat serta berbagai peralatan medis bisa disediakan

Wisnu berharap, tidak ada penambahan pasien Covid di Surabaya. Untuk mengantisipasi  hal tersebut, Pemerintah Kota Surabaya saat ini melarang isolasi mandiri di rumah. Karena justru akan meningkatkan penyebaran covid-19.

Bahkan bisa menimbulkan kluster keluarga dan kampung. Karena itu, jika ada warga Surabaya yang terkonfirmasi Covid-19 wajib melakukan isolasi di Hotel Asrama Haji. Selain bisa terkontrol dan tidak menimbulkan kluster baru. (stady/stv)