Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pasca adanya pegawai Pengadilan Negeri/PN Surabaya yang terkonfirmasi positif covid-19 usai dilakukan uji usap massal 13 Januari pekan lalu, akhirnya gedung pengadilan tersebut dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan virus Corona.

Penyemprotan disinfektan di area depan Gedung PN Surabaya ini dilakukan melalui mobil khusus disinfektan milik Pemerintah Kota Surabaya. Tampak, petugas dengan sigap membasahi gedung dengan selang cairan disinfektan yang diarahkan ke segala sudut gedung. Mulai pos security, gedung depan, pelataran masjid, hingga gedung belakang pengadilan.

Dilakukannya penyemprotan ini, khususnya pasca adanya 11 pegawai PN Surabaya yang terkonfirmasi positif usai dilakukan uji usap masal pada 13 Januari pekan lalu, bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus Corona di lembaga peradilan ini.

Juru bicara PN Surabaya, Martin Ginting, menuturkan, penyemprotan disinfektan di area Gedung Pengadilan terus dilakukan sejak Covid-19 merebak di negeri ini. Namun, semenjak adanya pegawai Pengadilan yang terkonfirmasi positif Covid-19, penyemprotan disinfektan semakin digalakkan.

Sementara itu, PN Surabaya kembali melakukan kebijakan  lockdown atau tutup sementara selama sepekan ini. Hal ini, dilakukan  menyusul adanya pegawai PN Surabaya yang terkonfirmasi positif usai dilakukan uji usap massal pada 13 Januari pekan lalu.

Dari total 300 ASN PN Surabaya yang diswab, hasilnya, pada 17 Januari, ada 11 orang pegawai PN dinyatakan positif. Sebagian besar merupakan panitera. Sebelumnya, sudah ada empat orang yang bertugas di PN Surabaya juga terpapar Covid-19 dan kini masih menjalani isolasi. Dengan demikian, total ASN PN Surabaya yang terpapar sebanyak 15 orang. (agung/stv)