Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Model rumah susun, atau rusun lima lantai di Surabaya dinilai tidak relevan. Ini menyusul daftar antrian calon penghuni rusun yang kini mencapai 9.000 orang. Menyikapi masalah ini, dewan mendesak Pemkot Surabaya, lebih memperhatikan warganya, terutama dalam membangun rusun dengan model vertical building. Mengingat di tahun ini, Pemkot Surabaya rencananya akan membangun 3 rusun baru.

Menyikapi masalah ini, , Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Josiah Michel, akhirnya angkat bicara soal banyaknya warga Surabaya yang terdaftar sebagai calon penghuni rusun belum mendapatkan kepastian, dari Pemkot Surabaya.

Karena, saat ini sudah ada 9.000 orang yang terdaftar telah mengantri untuk bisa mendapatkan unit. Namun, kuota rusun yang ada di Surabaya sudah penuh, hanya sebanyak 4 ribu unit. Untuk mengatasi masalah tersebut, politisi partai solidaritas Indonesia, PSI mendesak Pemkot Surabaya bisa membangun rusun dengan model vertikal building. Bukan dengan rusun yang sudah ada sekarang hanya bertingkat 5.

Model rusun vertikal building, dengan bangunan 20 lantai, bisa menjadi solusi untuk memenuhi kuota antrian warga saat ini. Sementara itu, terkait, keluhan Pemkot atas biaya perawatan gedung dengan model vertikal, karena harus menggunakan lift, nantinya, bisa di siasati dengan memanfaatkan pemasangan papan iklan atau videotron.

Dari pendapatan sewa videotron, bisa dimanfaatkan untuk subsidi biaya perawatan, serta bisa juga dengan cara menaikkan biaya sewa. sedangkan, dari anggaran di tahun 2021 rencananya, Pemkot Surabaya akan membangun 2 sampai 3 rusun baru. (stady/stv)