Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Adanya penolakan vaksinasi covid-19 di masyarakat termasuk tenaga kesehatan, membuat Persatuan Perawat Nasional Indonesia/ PPNI Jawa Timur/Jatim merasa prihatin. Karena itu, pihak PPNI Jatim menyarankan dan meyakinkan kepada semua perawat, untuk mengikuti vaksinasi covid-19 yang dinilai cukup aman dan efektif menangkal penyebaran covid-19, tidak termakan hoax di media sosial.

Munculnya gerakan penolakan vaksinasi covid-19 di tengah masyarakat membuat prihatin pengurus PPNI Jatim. Ironisnya, penolakan vaksinasi ini justru datang dari kalangan tenaga medis, yang videonya sempat viral di media sosial. Penolakan ini dinilai karena ketidak pahaman mereka terhadap pentingnya vaksinasi covid-19 dan terpengaruh berita yang tidak benar atau hoax yang beredar di media sosial. Karena itu, Ketua PPNI Jatim, Prof Nursalam, menyarankan, semua perawat di Jatim untuk mengikuti program vaksinasi covid-19 ini. Nursalam, yang telah divaksin covid- 19 di Grahadi beberapa waktu lalu, meyakinkan kepada semua perawat, bahwa, vaksin covid-19 cukup aman dan efektif untuk menanggulangi penyebaran covid-19. Apalagi, bagi tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan pandemi ini.

Nursalam, menghimbau, kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoax terhadap dampak atau efek samping dari vaksin covid-19 yang dinilainya tidak benar. Karena bisa berpengaruh pada penanganan pandemi covid-19 ini. Selain itu, dirinya minta agar masyarakat dan semua tenaga kesehatan untuk melaksanakan program vaksinasi covid-19. (stady/stv)