Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM dilaksanakan, okupansi atau tingkat hunian hotel di Surabaya turun drastis. Hal ini berdampak pada pemasukan mereka yang sudah menurun sejak pandemi melanda Indonesia.

Sejak awal pandemi, okupansi dari hotel di Surabaya mengalami penurunan drastis. Namun, keadaan tersebut perlahan membaik sejak penerapan new normal dalam kehidupan masyarakat. Namun, tetap saja keadaan belum kembali 100 persen sejak sebelum pandemi. Kini mereka harus dihadapkan kembali dengan penerapan PPKM.

Seperti yang terlihat di salah satu hotel di Surabaya. General Manager Quest Hotel Darmo Surabaya, David E Sutanto, mengatakan, Desember 2020 lalu, tingkat okupansi hampir mencapai 70 persen. “Kini sejak penerapan PPKM tingkat hunian hotel turun dan hanya tersisa 30 persen,” kata David, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Jumat (22/1). Hal ini sangat berdampak terhadap kelangsungan bisnis hotel. Seperti yang kita tahu, jika bisnis perhotelan menyerap banyak tenaga kerja. (husni/stv)