Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Rencana pembelajaran sekolah dengan tatap muka di Kabupaten Banyuwangi mendapat lampu hijau dari DPRD setempat. Wakil rakyat kota Gandrung ini menyetujui adanya sekolah tatap muka. Namun, dengan persyaratan yang ketat.

Salah satunya, harus ada kepastian prosedur protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Mulai siswa masuk, proses pembelajaran hingga para siswa keluar sekolah. Sehingga, tidak ada lagi potensi munculnya kluster baru penularan Covid-19.

Salah satu pertimbangan DPRD menyepakati belajar tatap muka karena Banyuwangi masuk zona orange. Lalu, banyaknya keluh kesah dari masyarakat terkait pembelajaran daring. Banyak sekali keluhan dengan pembelajaran online. “Selain tidak efektif, beban orang tua juga lebih,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Basuki Rachmat usai sidak persiapan belajar tatap muka di SMPN 1 Banyuwangi, Jumat (22/1) pagi.

Politisi Partai Hanura ini berharap pembelajaran tatap muka bisa digelar dengan baik. Namun, tetap mengedepankan prokes yang ketat. Dia mencontohkan, di SMPN 1 Banyuwangi. Sekolah ini menyiapkan skenario khusus menyambut pembelajaran tatap muka.

Diantaranya, mulai siswa datang hingga proses pembelajaran. Siswa datang dan pulang melalui jalur beda. Lalu, siswa di kelas dibatasi. Dari 40 siswa, hanya 20 siswa, duduknya satu per satu. “Kelas yang dipakai harus ada ventilasi sirkulasi udara. Tak boleh ber AC,” jelasnya.

Sebelum masuk kelas, seluruh siswa wajib cuci tangan. Pun dengan seluruh guru dan staf sekolah. Pembelajaran tatap muka, lanjut Basuki, hanya dikhususkan mata pelajaran yang membutuhkan tatap muka. Seperti praktikum. Sehingga, pembelajaran daring tetap dilakukan.

Dengan pertimbangan ini, pihaknya sepakat jika pembelajaran tatap muka bisa digelar. Dan, diatur dengan SK Bupati. Sehingga, ada aturan yang baku dalam pembelajaran tatap muka. “Kami akan terus mengawal pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini. Dan, seluruh pihak yang terlibat harus benar-benar mematuhi prokes. Jangan sampai ada kluster baru penularan Covid,” pungkas Ketua DPD Hanura Banyuwangi ini. (wir)