Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Awal tahun, Polresta Banyuwangi panen tangkapan besar. Sabu seberat 3 ons dan 748 butir ekstasi berhasil diamankan. Total nilainya ditaksir mencapai Rp 300 juta. Dari kasus ini, polisi mengamankan satu tersangka,JK (40), warga Kabat, Banyuwangi.

Selain sabu dan ekstasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, uang tunai Rp 20 juta, timbangan elektrik, puluhan plastik klip dan sebuah tas. “Kasus ini kita ungkap pada 18 Januari 2020, tersangka adalah residivis. Statusnya bandar,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, di Mapolresta, Kamis (21/1) siang.

Pihaknya kata Kapolresta, harus berjuang keras mengungkap jaringan sabu lintas kabupaten ini. Kasus ini terungkap berawal dari tertangkapnya dua pengguna sabu di awal tahun. Dari keduanya, menyebut nama JK sebagai pemasok barang haram tersebut.

Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, tersangka dicurigai menyimpan barang bukti cukup besar. Ternyata benar, saat digerebek ditemukan barang bukti cukup banyak di rumahnya. “Tersangka mendapatkan barang dari luar kota. Sistemnya diranjau,” jelas Kapolresta.

Bersama barang bukti, tersangka diamankan di Mapolresta Banyuwangi. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, terutama jaringannya. “Kita akan kembangkan terus, kemana jaringan peredaran sabu dan ekstasi tersebut,” imbuhnya. Penyidik menjerat tersangka dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU No. 35/2009 tentang Narkotika. (wir)