Banyuwangi, (bisnisbanyuwangi.com) – Tergiur seragam pilot, seorang janda di Kecamatan Genteng, Banyuwangi harus menelan pil pahit. Korban, JNK (21), tertipu jutaan rupiah setelah berkenalan dengan pilot gadungan di media sosial (medsos). Tak terima dengan kejadian ini, korban melapor ke Polsek Genteng, Polresta Banyuwangi.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pelaku. Pelaku, JK (24), asal Kabupaten Sumba Timur, NTT disergap di tempat kosnya di seputaran lapangan Maroon, Genteng. Di kamar pelaku, polisi mendapati sebuah seragam pilot dari salah satu maskapai nasional.

“Kasus ini dilaporkan korban 5 Januari 2021. Pelaku kita tangkap beberapa hari kemudian dengan sejumlah barang bukti,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, didampingi Kasat Reskrim AKP Mustijab Priambodo, Kamis (21/1) siang.

Modus yang dilakukan pelaku terbilang cerdas. Dia pamer foto berseragam pilot di jejaring sosial. Korban sendiri langsung tergiur dengan penampilan korban. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengajak ke tempat kos, kemudian ditunjukkan seragam pilot. Bahkan, pelaku menawari korban ke Jakarta dengan dalih bertemu orang tua.

Korban langsung percaya ketika pelaku meminta sejumlah uang. Total, Rp 4 juta lebih. Korban makin percaya setelah pelaku menunjukkan lembaran tiket elektronik atas nama korban. Apesnya, begitu uang diserahkan, korban kesulitan menghubungi pelaku.

“Nomor HP-nya tidak aktif. Korban juga sempat mengecek ke Bandara Banyuwangi. Ternyata, tiketnya palsu, hasil editan pelaku,” jelas Kapolresta. Ketika digerebek polisi, pelaku hanya bisa pasrah. Dia berdalih nekad melakukan penipuan lantaran tak memiliki pekerjaan.

Pelaku ternyata lulusan SMK Penerbangan di Denpasar. Seragam Pilot yah dimiliki ternyata bekas seragam ketika masih sekolah. Sedangkan aksesoris pilot dibeli di Pasar Turi, Surabaya. Begitu lulus sekolah, pelaku merantau ke Banyuwangi sejak Juni 2020.

Karena menganggur, muncul niat jahat pelaku mencari sasaran penipuan. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan. (wir)