Banyuwangi, (bisnisbanyuwangi.com) – Peningkatan aktivitas erupsi Gunung Raung Banyuwangi langsung diikuti naiknya status bahaya. Badan Geologi Kementerian ESDM RI menyatakan Gunung Raung dalam status level 1 alias waspada. Hal ini ditandai dengan berlanjutnya peningkatan aktivitas.

Seperti, gempa, tremor dan embusan gas dari puncak Raung. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Burhan Alethea membenarkan naiknya status Raung. “Statusnya naik menjadi waspada mulai pukul 13.00 WIB,” kata Burhan, Kamis (21/1) sore.

Pria ini menjelaskan berdasarkan pengamatan visual, terjadi embusan gas yang terindikasi material abu dari puncak Raung mulai Kamis (21/1) dini hari. Tercatat, ada 19 kali embusan, ketinggiannya berkisar 200 – 400 meter. Lalu, terjadi 32 gempa dan 53 tremor.

Terkait peningkatan status ini, pihaknya mengimbau masyarakat tak mendekati puncak kawah hingga radius 2 kilometer. Sebab, sangat berbahaya. Menurut Burhan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara visual Gunung Raung.

Sejak pagi, kata dia, cuaca masih bersahabat untuk melihat aktivitas gunung. Sebelumnya, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharam, mengimbau jalur pendakian ke Gunung Raung ditutup sementara.

Hal ini seiring naiknya aktivitas Gunung Raung. Terkait kesiagaan, pihaknya tetap menunggu perkembangan status Gunung Raung. “Tentunya tetap siaga. Namun, penanganan bencana tetap mengacu pada status Gunung Raung. Jika naik level, waspada atau siaga, sudah ada prosedur yang harus dilakukan,” tegasnya. (wir)