Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Optimalisasi protokol kesehatan, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Dit Tahti Polda Jatim, menggelar rapid tes massal kepada puluhan penghuni sel tahanan. Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, petugas juga memberikan fasilitas video call, melalui aplikasi si mata hati, simati, yang berfungsi sebagai pengganti kunjungan tatap muka oleh keluarga tahanan.

Direktorat tahanan dan barang bukti Dit Tahti Polda Jatim, menggelar rapid tes massal, terhadap puluhan penghuni sel tahanan, Rutan Mapolda Jatim.  Satu per satu, penghuni sel tahanan mendapat pengecekan kondisi kesehatan oleh petugas kepolisian, yang dilengkapi alat pelindung diri.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan, disiplin prokes ini, bertujuan untuk mengantisipasi munculnya klaster baru di lingkungan Mapolda. ”Deteksi dini sangat diperlukan. Oleh karenanya, rapid tes massal ini dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali,” kata Gatot, di Surabaya Selasa (19/1).

Selain penghuni rutan, tahanan baru juga langsung dikarantina hingga hasil rapid tes awal muncul. Hal tersebut , wajib dijalani tahanan baru sebagai akses masuk kedalam rutan zona hijau. Tak hanya itu, optimalisasi protokol kesehatan petugas juga melarang kunjungan tatap muka.

Keluarga atau kerabat tahanan yang datang, hanya akan mengisi antrian pendaftaran aplikasi simati. Dari aplikasi ini, kerabat tahanan akan dilayani melalui layanan video call, yang bisa di akses dari manapun.

Tatap muka secara virtual dimanapun, keluarga atau kerabat tahanan juga bisa mengirimkan makanan dengan sistem delivery order. Aplikasi yang memudahkan sebagai upaya kepolisian Jawa Timur, mengoptimalkan pelayanan di tengah wabah Pandemi Covid-19. (feri/stv)