Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Berada di tengah hutan, tak membuat SDN 9 Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, minim prestasi. Sekolah ini justru kaya inovasi, mengajak siswanya memberdayakan alam. Salah satunya, melalui budidaya porang. Seperti dilakukan, Rabu (20/1) pagi, bersama warga sekitar. Protokol kesehatan tetap diterapkan selama kegiatan.

Pemilihan tanaman porang bukan tanpa alasan. Belakangan, tanaman bernama Latin Amorphophallus ini pasarnya sedangterbuka lebar. Cuaca dan lahan di sekitar sekolah sangat mendukung.

“Kebetulan SDN kami menjadi juara Adiwiyata tingkat kabupaten. Sejak lama, kami mengajari siswa untuk berwawasan lingkungan, seperti merawat taman hingga kolam ikan di sekolah. Menanam porang ini bagian dari memperluas area Adiwiyata dan pembelajaran bagi siswa,” kata  Kepala SDN 9 Jambewangi, Bambang Setiawan.

Dalam budidaya porang,pihaknya melibatkan wali murid dan Komite sekolah. Harapannya, dengan budidaya porang, para siswa bisa memiliki wawasan mengelola potensi desa. “Di sekitar sekolah ini, lahannya sangat cocok untuk budidaya porang. Setelah diskusi dengan komite sekolah, kita sepakati anak-anaka diajari budidaya porang,” jelasnya.

Penanaman porang ini juga bagian dari menyiapkan sekolah menghadapi lomba Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Dengan dukungan warga, pihaknya berharap, budidaya porang yang melibatkan siswa ini bisa menjadi percontohan.

Sebelumnya, di sekolah setempat, para siswa diajari budidaya ikan, lele dan membuat taman berbasis potensi lokal. Inovasi itu mengantarkannya menjadi juara Adiwiyata tingkat Kabupaten.

Budidaya porang yang diajarkan ke siswa mendapat dukungan anggota DPRD Banyuwangi, Ratih Nurhayati. Politisi NasDem ini memuji kreativitas sekolah dalam mengajari anak didik.

“Ini sangat bagus untuk edukasi ke siswa. Sejak dini diajari cinta lingkungan dan mengelola potensi yang ada,” jelasnya disela penanaman porang, Rabu pagi. Pihaknya berharap pembelajaran interpreneur kepada siswa bisa menjadi salah satu unggulan di sekolah.

Senada dengan DPRD, Asper BKPH Kalisetail KPH Banyuwangi Barat, Sunardi memberikan apresiasi kreativitas sekolah mengajari siswa berbudidaya porang. “Ini edukasi yang bagus. Kami akan mendukung sesuai tupoksi,” jelasnya.

Lokasi SDN 9 Jambewangi berada di kawasan hutan, tepatnya di kawasan Purworejo, BKPH Kalisetail KPH Banyuwangi Barat. Selama ini, lanjut Sunardi, lahan Perhutani di sekitar sekolah dikelola bersama masyarakat melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Sehingga, sangat tepat jika anak-anak yang setiap hari bersinggungan dengan hutan diajari cinta lingkungan sejak dini. Khusus porang, kata dia, komodoti ini banyak dibudidayakan di wilayah Perhutani setempat. Harga jualnya juga menggiurkan. (wir)