Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengadilan Negeri/PN Surabaya kembali melakukan kebijakan  Lockdown atau tutup sementara sejak 18 hingga 22 Januari. Hal ini dilakukan menyusul ada 15 pegawai PN Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai dilakukan uji USAP Massal pada 13 Januari 2021 pekan lalu.

Suasana PN Surabaya nampak lengang dan sepi. Tak ada aktivitas pengunjung maupun pegawai di gedung ini. Aktivitas persidangan di ruang sidang maupun secara virtual pun juga dihentikan, kecuali bagi masa penahanan terdakwa yang akan habis waktunya terpaksa harus disidangkan secara virtual itu pun aktivitasnya dibatasi.

Humas PN Surabaya, Martin Ginting, menuturkan penutupan sementara ini merupakan yang ketiga kalinya setelah Pengadilan Negeri Surabaya melakukan tes USAP atau SWAB Test terhadap seluruh hakim, ASN dan pegawai honorer pada 13 Januari lalu.

Dari total 300 ASN PN Surabaya yang diswab hasilnya pada tanggal 17 Januari,  ada 11 orang pegawai PN dinyatakan positif Covid-19 sebagian besar adalah panitera.  Sebelumnya sudah ada empat orang yang bertugas di PN Surabaya juga terpapar Covid-19 dan kini masih menjalani isolasi.

Dengan demikian, total ASN PN Surabaya yang terpapar sebanyak 15 orang. Atas kondisi ini, Ketua PN Surabaya memutuskan me-lockdown pengadilan untuk sementara waktu hingga 22 Januari mendatang.

Seperti diketahui, Lockdown ini merupakan yang ketiga kalinya di lingkungan PN Surabaya sejak Pandemi Covid-19 menyebar di Jawa Timur/Jatim.  PN Surabaya juga pernah menghentikan pelayanan selama dua pekan pada 10 Agustus 2020 sampai 24 Agustus 2020 juga, karena ada pegawainya yang positif Covid-19.

Saat itu, tercatat ada enam pegawai dan satu hakim yang dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya, pada 15 Juni hingga 26 Juni 2020, PN Surabaya juga memilih tutup karena ada seorang hakim dan juru sita yang meninggal dunia secara mendadak. (agung/stv)