Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelaksanaan vaksinasi pertama di Jawa Timur/Jatim telah dimulai dan berlangsung lancar di Grahadi. Berikutnya, vaksinasi juga dilakukan untuk tenaga kesehatan. Dari 80.000 perawat di provinsi ini, sedikitnya ada 10.000 perawat yang tidak bisa divaksinasi Covid-19.

Pejabat Forkompimda Jatim dan sejumlah tokoh telah melaksanakan vaksinasi dengan cepat dan lancar, di Grahadi Kamis (14/1), lalu. Berikutnya, giliran vaksinasi juga akan dilakukan untuk tenaga kesehatan. “Dari 80.000 perawat di Jatim, diprediksi hanya 70.000 perawat yang bisa melaksanakan vaksinasi ini,” Kata Ketua DPW PNI Jatim Prof Nursalam, yang juga telah divaksin ini.

Ia mengatakan, vaksinasi merupakan upaya terbaik Pemerintah menekan penyebaran Covid- 19. Namun, pihaknya memperkirakan ada 10.000 perawat yang tidak bisa divaksin Covid-19. Ada berbagai penyebab. Diantaranya, masih menjalani isolasi mandiri akibat Covid- 19, hamil, dan kondisi kesehatan yang tidak fit.

Nursalam, menghimbau kepada tenaga medis di Jatim untuk melakukan vaksin Covid-19, demi keamanan saat melaksanakan tugas merawat pasien di Rumah Sakit. Baginya, tidak ada alasan menolak vaksinasi. Selain merupakan program Pemerintah, vaksin ini juga telah dinyatakan aman dan halal. (stady/stv)