UBanyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Berdalih tak memiliki pekerjaan tetap, N (33), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, nekad terjun ke bisnis gelap. Tak tanggung-tanggung, bisnis yang digelutinya menawarkan jasa prostitusi.

Aksi ini dilakukan dengan menawarkan pekerja seks komersial (PSK) melalui online. Bisnis ini berhasil dibongkar Satuan Reserses Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi. Pelaku ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

Praktik mucikari ini diungkap setelah polisi mendapat laporan adanya perdagangan jasa pramunikmat di wilayah Gambiran, selatan Banyuwangi. Tak butuh waktu lama bagi polisi melakukan pengungkapan.

“Begitu mendapat informasi, tim buru sergap melakukan pengintaian. Ternyata, pelaku sudah di sebuah hotel dengan menyediakan perempuan yang akan dijual ke pelanggan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin di Mapolresta, Jumat (15/1) sore.

Hasil penyidikan, lanjut Kapolresta, pelaku menawarkan jasa prostitusi seharga Rp 600.000 – Rp 800.000. Dari harga ini, pelaku mendapatkan jatah fee Rp 200.000.  “Sasaran pelaku adalah janda-janda yang tak memiliki pekerjaan. Kemudian, ditawarkan ke pria hidung belang secara online,” tegas Kapolresta.

Begitu disergap, pelaku hanya bisa pasrah. Bersama barang bukti, pelaku digelandang ke Mapolresta Banyuwangi. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, dua buah ponsel, uang tunai Rp 600.000 dan satu dus alat kontrasepsi.

Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 506 atau pasal 296 KUHP. Ancaman hukumannya penjara maksimal satu tahun.  Kepada penyidik, pelaku mengaku nekad berjualan prostitusi lantaran kepepet biaya hidup. Dia berdalih, hanya menawarkan ke sejumlah lelaki yang membutuhkan kenikmatan sesaat. (wir)