Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Awal tahun, Polresta Banyuwangi panen tangkapan. Hanya dalam dua minggu, sedikitnya 18 pelaku kejahatan jalanan (street crime) berhasil dilumpuhkan. Dari jumlah ini, didominasi kasus jambret dan pencurian dengan kekerasan (curas). Seluruh pelaku diamankan ke Mapolresta Banyuwangi bersama barang bukti.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, mengatakan para tersangka dibekuk dari sejumlah lokasi terpisah. Termasuk, melibatkan jajaran Polsek. Selain jambret dan curas, pihaknya menangkap pelaku pengeroyokan dan pencurian.

“Ada 12 laporan yang kita terima. Dari jumlah ini, ada 18 tersangka yang kita amankan,” kata Arman di Mapolresta, Jumat (15/1) siang. Menurut Kapolresta, laporan yang diterima periode November 2020 hingga Januari 2021.

Dari laporan itu, pihaknya bergerak cepat melakukan penyelidikan. “Seluruhnya kita ungkap di bulan Januari,” tegas Kapolresta. Kejahatan jalanan ini, lanjutnya, cukup tren di awal tahun. Total, lima laporan.

Pihaknya berharap ke masyarakat ikut mengantisipasi kejahatan jalanan ini. Sebab, pelakunya rata-rata cukup nekad. Dari kejahatan jalanan ini, polisi mengamankan sejumlah bukti. Diantaranya, dua sepeda motor, kunci T, beberapa ponsel dan uang tunai.

Selain kejahatan jalanan, Polresta mengungkap dua kasus asusila. Satu diantaranya, pencabulan di bawah umur. Kemudian, prostitusi online dengan melibatkan mucikari. Kasus pencabulan di bawah umur ini terungkap setelah polisi menerima laporan kerabat korban.

Pelaku ternyata kakak ipar korban. Kronologisnya, ketika itu korban menginap di rumah pelaku. Saat malam, pelaku menggerayangi korban. Terjadilah pencabulan. Korban tak mampu melawan. “Pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak,” pungkas Kapolresta. (wir)