Malang Siap Laksanakan Vaksin Covid-19 Awal Februari

10

Malang, (bisnissurabaya.com) – Pemberian vaksin kepada warga di Malang akan dilaksanakan awal februari. Sedangkan untuk vaksin-nya kemungkinan minggu depan baru didistribusikan dari Provinsi Jawa Timur/Jatim.

Penegasan itu dikemukakan Kadis Kesehatan Kabupaten Malang, dr Arbani Mukti Wibowo, di Malang Selasa (13/1) kemarin.

Menurut dia, untuk vaksinator masing – masing faskes akan dilatih di onion training melalui daring oleh BPTKL Semarang pada 17 – 20 Januari.

Selain itu, kata dia, juga disiapkan cool storage di tingkat Kabupaten, juga alat transportasi yang memiliki cool storage dan sampai dirantai dingin tingkat faskes.

“Jadi, kami harus jaga vaksin ini dengan disimpan dalam suhu yang sudah ditetapkan yaitu 2 – 8 derajat Celcius. Kami juga siapkan terkait pencegahan kejadian paska imunisasi dengan bekerjasama dengan PABDI bagaimana penanganan kejadian imunisasi di tingkat Faskes guna mengurangi efek samping dari vaksinasi,” kata Arbani Mukti.

Ia menyatakan, tahap pertama penerima vaksin adalah dari Nakes yang berjumlah 5.278. Dan vaksin yang akan diterima nanti berjumlah sekitar 8.000 vaksin, yang artinya jika dua kali vaksin akan membutuhkan sekitar 10.000 dosis vaksin.

Nakes yang menerima vaksin adalah yang masuk dalam data PCare BPJS dan data ini adalah data yang masuk ke pusat melalui data yang direkap KPC PEN (Komite Penanggulangan Covid -19 dan pemulihan ekonomi Nasional).

Dalam data yang telah terekap KPC PEN, yang akan dilakukan verifikasi yang memuat data rekam medik mana yang boleh di vaksin atau hanya sebagai booster.

Untuk penyuntikan vaksin nakes sendiri akan dilaksanakan selama dua bulan, sasaran Vaksin adalah usia 18 – 59 tahun yang terverikasi. Sedang yang tidak boleh divaksin tidak masuk dalam PCare yang dimiliki BPJS sebagai verifikasi pertama.

Verifikasi kedua akan melalui SMS, jika sudah masuk dalam data yang bisa divaksinasi. Jika sudah terverifikasi dua kali akan tetap diverifikasi lagi saat akan divaksinasi nanti yaitu ada meja satu registrasi, meja dua screening kembali yaitu jika ada gejala akan ada penundaan vaksinasi. Meja tiga proses penyuntikan vaksin, meja empat untuk observasi selama 30 menit setelah vaksinasi apakah akan timbul gejala paska imunisasi atau tidak.

Dinkes Kabupaten Malang memiliki 16 cool storage penyimpanan vaksin agar tetap pada suhu yang ditentukan.
“Kita juga memiliki ambulans yang memiliki refrigerator yang cukup untuk mengangkut 10.000 dosis vaksin,” pungkasnya. (yuli)