Korban Fadly Satrianto, Bergelar Sarjana Hukum

13

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Fadly Satrianto tercatat sebagai salah satu penumpang kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ – 182 dengan status ekstra kru sebagai first officer atau co-pilot. Latar belakang pendidikannya adalah sarjana hukum dari Universitas Airlangga/Unair.

Dalam daftar penumpang pesawat Sriwijaya air SJ 182, tujuan Jakarta-Pontianak, yang dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1), terdapat nama Fadly Satrianto. Tercatat statusnya dalam penerbangan itu adalah penumpang ekstra kru Sriwijaya Air SJ 182, sebagai “first officer” atau co-pilot.

Rumah pemuda lajang berusia 28 tahun itu, di Surabaya, pada Minggu (10/1), tampak mulai didatangi kerabat, yang menyampaikan bela sungkawa. Ayah Fadly, Sumarzen Marzuki, menjelaskan, putranya adalah co-pilot untuk maskapai penerbangan Nam Air, yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air.

‘’Sebelum dikabarkan hilang, sempat menelepon ibunya, mengabarkan akan menumpang Sriwijaya Air SJ 182, untuk selanjutnya, setibanya di Pontianak, akan bertugas sebagai co-pilot dengan pesawat Nam Air,’’ kata Sumarzen Marzuki.

Fadly, bungsu dari tiga bersaudara, putra pasangan Sumarzen Marzuki dan Ninik Andriyani, menjalani sekolah penerbangan, setelah memperoleh gelar sarjana hukum, dari Universitas Airlangga/Unair. Nam Air adalah perusahaan maskapai penerbangan pertamanya, yang dijalani selama tiga tahun terakhir, sejak lulus dari sekolah penerbangan. (farid/stv)