Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ibunda Fadly Satrianto, extra crew pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta didampingi keluarga dan kerabat mendatangi Posko Ante Mortem DVI Polda Jatim, di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, untuk diambil DNA-nya. Selanjutnya, akan dikirim ke Posko Ante Mortem DVI di Rumah Sakit/RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta.

Untuk mempercepat proses identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang jatuh di Lerairan Kepulauan Seribu, Jakarta, ibunda penumpang extra crew yang juga menjadi korban, Fadly Satrianto, didampingi keluarga dan kerabat, langsung mendatangi Posko Ante Mortem DVI, Kedokteran Kesehatan Polda Jatim, Surabaya.

Selain mengumpulkan Ante Mortem, yakni, data-data fisik khas dari korban sebelum meninggal, mulai data umum korban, seperti nama, umur, berat badan, tinggi badan, pakaian dan aksesoris yang dikenakan korban terakhir kali, sampai dengan barang bawaan korban serta kepemilikan lainnya, termasuk warna kulit dan rambut.

Tak hanya itu, keluarga juga diambil data post mortem. Yakni, data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification. Seperti sidik jari, golongan darah, ciri-ciri fisik korban yang spesifik, konstruksi gigi geligi, foto rontgen dan foto diri korban lengkap dengan pakaian dan aksesoris yang melekat di tubuh korban, serta akan diambil DNA dari keluarga kandungnya. Dalam hal ini ibu kandung Fadly Satrianto.

“Data Ante Mortem dan Post Mortem ini akan dikirim ke Posko Ante Mortem dan Post Mortem di RS Polri Kramat Jati, yang menjadi posko utama pencocokan data korban Sriwijaya Air SJ182,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, di Surabaya Minggu (10/1) kemarin.

Sementara itu, kakak kandung korban Fadly, Juan Setiadi, mengaku, sebelum kejadian pada akhir Desember lalu, sempat foto bersama keluarga besar hingga tiga generasi.

Juan berharap, agar proses ini dapat dilakukan dengan cepat. Sehingga, jasad dari adiknya tersebut dapat segera ditemukan dan dibawa pulang. (feri/stv)