UBanyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Kabupaten Banyuwangi kembali menerapkan pengetatan kegiatan masyarakat. Kebijakan ini menyusul naiknya angka kasus Covid di Kabupaten ujung timur Jawa tersebut. Salah satunya, membatasi jam buka mall, tempat hiburan dan kawasan wisata. Termasuk restoran. Aturan ini mulai diterapkan pekan ini.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi Mujiono menjelaskan pembatasan kegiatan masyarakat sudah diberlakukan pasa liburan Natal dan tahun baru kemarin. Hasilnya, cukup efektif menekan penularan Covid. Namun, belakangan grafik Covid kembali naik. Alhasil, kebijakan pembatasan kegiatan warga kembali diberlakukan.

“Ini hasil evaluasi kebijakan pembatasan pada Natal dan tahun baru kemarin. Karena itu, pembatasan serupa kita berlakukan lagi mulai pekan ini,” kata Mujiono, usai rapat koordinasi Satgas Covid Banyuwangi, Senin (11/1) siang.

Sekda Kabupaten Banyuwangi ini menambahkan kebijakan pembatasan ini juga mengacu pada SE Gubernur Jawa Timur terkait Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).  Dan, Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Meski Banyuwangi tak masuk dalam kota yang terkena PPKM, tapi kami tetap memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Ini mengacu pada meningkatnya kasus Covid,” jelasnya. Pihaknya akan segera membuat SE  terkait pembatasan kegiatan masyarakat tersebut.

Dalam pembatasan, lanjut Mujiono, tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan dibatasi. Seperti, tempat hiburan dan mall yang jam bukanya hanya mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Begitu juga, mall dan toko modern. Kawan ruang terbuka hijau (RTH) juga dibatasi, termasuk kawasan wisata buka mulai pukul 10.00  hingga 15.00 WIB.

“Hanya kawasan wisata Ijen yang tetap dibuka normal,” jelasnya. Pembatasan kegiatan masyarakat ini akan disosialisasikan ke seluruh Camat hingga desa, Rabu (13/1). Pihaknya berharap pembatasan ini bisa kembali menekan angka penyebaran Covid di Banyuwangi.

Menurut Mujiono, beberapa hari terakhir, angka penyebaran Covid di Banyuwangi menembus 66 kasus sehari. (wir)