Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Menyusul pemberlakuan program pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah kota di Jawa Timur, Banyuwangi ikut bergerak cepat. Salah satunya, menghidupkan kembali cek poin di dua pintu masuk.

Masing-masing, cek poin Kalibaru yang berbatasan dengan Kabupaten Jember. Dan, cek poin Wongsorejo yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo. Dibukanya lagi cek poin ini juga mengantisipasi tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten ujung timur Jawa tersebut.

Di dua cek poin, seluruh kendaraan wajib melewati pintu pemeriksaan. Saat melintas, disemprot dengan cairan disinfektan. Seluruh penumpangnya wajib turun. Melewati tenda cek suhu dan semprotan disinfektan.

“Dua cek poin kita buka lagi, ini menyusul naiknya kasus Covid dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat,” kata Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi Mujiono, usai rakor, Senin (11/1) siang.

Dijelaskan, dua cek poin ini adalah akses penting menuju Banyuwangi. Sebab, menjadi pintu masuk utama dari arah Surabaya. “Kita tetap semaksimal mungkin melakukan antisipasi penyebaran Covid, meski Banyuwangi tak masuk dalam PPKM,” tegas Sekda Kabupaten Banyuwangi ini.

Selain membuka kembali dua cek poin, pihaknya tetap memperketat operasi yustisi protokol kesehatan (prokes). Menurutnya, langkah ini cukup jitu menekan kerumunan massa dan mengubah perilaku sehat masyarakat. Salah satunya, selalu menggunakan masker saat bepergian.

“Pengalaman saat libur Natal dan tahun baru kemarin, operasi yustisi bisa mencegah kerumunan massa. Ini akan terus diberlakukan, bahkan diperketat,” tegasnya. Tak hanya itu, tempat hiburan, mall dan toko modern, jam bukanya dibatasi.

Hanya mulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB. Sedangkan tempat wisata dibuka mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Lalu, setiap hotel diwajibkan meminta bukti rapid test antigen kepada pengunjungnya. Harapannya dengan kebijakan ini angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan. (wir)