Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kematian perawat di Indonesia akibat terpapar Covid-19 mencapai 20 persen. Di Jawa Timur sendiri jumlah perawat yang meninggal dunia akibat corona, sudah mencapai 58 orang. Perawat Rumah Sakit Bunda Surabaya, Endro Margono, perawat pertama yang meninggal dunia akibat Covid-19, diawal 2021 ini. Dia meninggal setelah 10 hari dirawat di rumah sakit.

Endro Margono, perawat Rumah Sakit/RS Bunda Surabaya ini meninggal dunia di Rumah Sakit Husada Utama. Perawat berusia 40 tahun ini meninggal usai menjalani perawatan selama sepuluh hari. Endro, menjadi perawat pertama yang meninggal di tahun 2021, dan perawat ke – 58 di Jatim yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, perawat Endro Margono, mengeluh batuk dan panas. Kondisi perawat asal Tulungagung ini terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia setelah berjuang 10 hari. Dengan didampingi kerabat dan keluarga, jenazah Endro, langsung dimakamkan di TPU khusus Covid-19, di kawasan Babat Jerawat.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jatim, Profesor Nursalam, mengatakan, case rate kematian perawat di Indonesia sudah mencapai 20 persen. Angka ini jauh diatas batas case rate dari WHO sebesar 5 persen. Selain faktor kelelahan akibat melonjaknya pasien Covid-19, penempatan perawat baru atau relawan di ruang isolasi khusus Covid-19, juga menjadi penyebab terus bertambahnya perawat terpapar Covid-19. Hingga awal 2021, jumlah perawat di Jatim yang terpapar Covid-19 sebanyak 1.998 orang. Dari jumlah tersebut, 58 perawat meninggal dunia. (bw)