Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Jajaran Polresta Banyuwangi, ikut sibuk mengawal kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB di Jawa – Bali. Meski Banyuwangi tak terkena PSBB langsung, kabupaten ini tetap terdampak. Salah satunya, menjadi akses masuk utama menuju Bali dari Pelabuhan Ketapang. Terkait ini, Polresta Banyuwangi makin memperketat operasi protokol kesehatan/prokes di Pelabuhan Ujung Timur Jawa ini.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, menjelaskan, PSBB merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun, pihaknya ikut mengawalnya.

Sebab, wilayah Banyuwangi bersinggungan langsung dengan Bali. “Kami sifatnya mengawal dan ikut antisipasi di pintu masuk Bali dari Pelabuhan Ketapang. Yang jelas, operasi prokes makin diperketat di Ketapang,” katanya di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (7/1) siang.
Operasi prokes lanjut Kapolresta, mengacu pada standar operasional prosedur yang ditetapkan.

Seperti, setiap penumpang yang akan menyeberang ke Bali wajib mengantongi rapid test antigen. Dan, seluruh penumpang melewati cek suhu dan selalu bermasker. “Kami siaga penuh di Pelabuhan Ketapang mengawal ini,” tegas Kapolresta.

Menurut dia, Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menjadi pintu masuk utama kendaraan dan manusia dari Jawa ke Bali. Sehingga, menjadi penyaring awal prokes sebelum penumpang menyeberang ke Bali. Selama ini, lanjut Kapolresta, pihaknya sudah melakukan operasi prokes rutin di Ketapang sejak munculnya pandemi Covid-19.

“Kalau sekarang ada PSBB di Jawa Bali ini, operasi prokes tetap jalan terus dan makin diperketat,” pungkas mantan Kapolres Probolinggo tersebut.
Seperti diberitakan, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto mengumumkan kebijakan PSBB di Jawa Bali mulai 11 – 25 Januari 2021. Kebijakan ini menyasar sejumlah kota di 7 provinsi Jawa dan Bali. Di Jatim, PSBB menyasar kota Surabaya dan Malang Raya. Sedangkan di Bali, kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang terkena PSBB. (wir)