Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Kelakuan pria yang satu ini benar-benar bejat. Dia tega mencabuli keponakannya sendiri. Tak tanggung-tanggung, tindakan amoral itu dilakukan ketika korban masih SD. Berlanjut hingga SMA. Akibat perlakuan ini, korban hamil.

Paman tak bermoral itu, Subagio (38), warga Desa/Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Sedangkan korban, NN (16). Kasus asusila ini terbongkar setelah korban tak kuat menahan aib. Kandungannya menginjak 7 bulan. Lalu, mengadu ke kerabatnya. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Rogojampi.

Korban saat ini duduk di bangku kelas 1 SMA dan hamil. “Jika dihitung, pelaku sudah menggahi korban selama 9 tahun,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Kamis (7/1) siang. Dijelaskan, kasus ini sejatinya mulai terkuak Juni 2020.

Namun, pelaku keburu kabur ketika keluarga korban hendak melakukan klarifikasi. Korban berhasil ditangkap polisi setelah dua hari dilaporkan terlihat di rumahnya.

“Begitu dilaporkan ke Polsek pada 2 Januari, kami langsung melakukan penangkapan dua hari kemudian,” tegas Kapolresta.

Aksi pencabulan yang dilakukan pelaku ternyata disertai ancaman. Kala korban masih kelas 3 SD, pelaku masuk ke kamar korban. Kebetulan, tinggal serumah.

Sambil mengancam akan membunuh korban, pelaku melancarkan aksinya. Karena takut, korban hanya bisa pasrah. Aksi itu dilakukan berulangkali ketika ada kesempatan. Tak hanya malam, siang hari pelaku berani beraksi.

Ketika istri pelaku mencuci pakaian ke sungai, pelaku melampiaskan nafsunya ke korban. Dibawah ancaman, korban selalu menurut. Akhirnya hamil.
Kapolres, menambahkan, kasus ini ditangani Polsek Rogojampi. Pihaknya menggandeng Badan Pemasyarakatan (Bapas) dan psikolog untuk mendampingi korban. “Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 81 ayat 1 UU Perlindungan Anak.
Ancamannya cukup berat, karena korban masih dibawah umur,” pungkas Kapolresta. (wir)