Banyuwangi, (bisnisbanyuwangi.com)  -Tenaga kesehatan (nakes) mendapatkan perlakuan istimewa terkait vaksinasi Covid-19. Sebanyak 6.006 nakes di Kabupaten Banyuwangi akan mendapatkan prioritas pertama pemberian vaksin Covid.

Jumlah ini hasil verifikasi dari total nakes di kabupaten ini yang mencapai 6.349 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono, menjelaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan menyambut vaksinasi Covid. Kami mendapat info, rencananya vaksin untuk Banyuwangi akan dikirim dari Surabaya pada 22 Januari mendatang.

“Sambil menunggu dropping dan kick off dari pusat, kami terus lakukan persiapan. Semoga lancar,” kata Rio, panggilan akrab Widji Lestariono, Rabu (6/1) siang.

Persiapan pertama, lanjut Rio, pihaknya melakukan verifikasi nakes penerima vaksin. Menurut Rio, total nakes di Kabupaten Banyuwangi mencapai 6.349 orang. Dari jumlah ini, jumlah nakes yang terverifikasi mencapai 93,9 persen.

Nakes yang menjadi sasaran, lanjut dia, berasal dari semua nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan (faskes). Mulai, puskesmas, rumah sakit daerah dan swasta, klinik swasta hingga apotek. Termasuk, sopir dan tenaga administrasi yang bekerja di faskes. “Mereka juga termasuk orang-orang yang paling beresiko tertular virus, karena bekerja di lingkungan faskes,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Rio, pihaknya tetap melakukan screening bagi para calon penerima vaksin. Sasaran calon penerima vaksin mereka yang berusia 18-59 tahun.

Namun, tidak semua orang bisa divaksin. Terutama yang memiliki penyakit penyerta tertentu dan dalam kondisi khusus. Yang tidak boleh divaksin adalah orang dengan komorbid penyakit ginjal kronis, hipertensi, jantung coroner, penyakit saluran cerna.

Juga orang dengan kondisi tertentu seperti ibu hamil, punya riwayat alergi berat terhadap vaksin dan lainnya. Penyintas covid juga tidak perlu divaksinasi, imbuhnya. Pihaknya menyiapkan 45 puskemas se- Banyuwangi, 6 rumah sakit rujukan Covid dan rumah sakit swasta lainnya.

Lalu, persiapan ruangan yang memadai, APD dan bahan medis habis pakai. “Seperti, spet, kapas dan alkohol. Kami sudah lakukan simulasi vaksinasi di faskes,” terangnya. Ratusan nakes juga telah disiapkan sebagai petugas vaksinasi. Bahkan, menambah vaksinator tiga orang di tiap puskesmas. Total, nanti aka nada 225 vaksinator, pungkas Rio. (wir)