Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 250 calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 Kabupaten Banyuwangi mendapatkan SK, Rabu (6/1) siang. Di tengah pandemi, para abdi negara ini diingatkan tetap inovatif. Sehingga, mampu menjawab tantangan kebutuhan daerah.

Penyerahan SK CPNS digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh CPNS wajib bermasker. Saat menerima SK tetap menjaga jarak. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, menjadi PNS bukan sekedar mencari pekerjaan. Namun, mengabdi ke daerah. “Dalam rekruitmen CPNS, kami selalu mengutamakan kualifikasi terbaik untuk akselerasi pembangunan Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

Pria yang akrab dipanggil Anas, ini berharap, CPNS yang baru saja diterima bisa menjadi agen perubahan daerah. Apalagi, Kabupaten Banyuwangi terus mengedepankan inovasi.

Karena itu, kata Anas, budaya inovasi harus terus berlanjut. “Kalian adalah para agen perubahan, kinerja harus bagus, maka kesejahteraan akan mengikuti,” tegasnya.
Menurut Anas, saat ini Pemkab Banyuwangi terus mendorong reformasi mendasar terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) kata dia, sedang melakukan monitoring bakat dan minat terhadap ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL).

Nantinya, BKD akan didampingi tenaga ahli untuk memetakan tenaga-tenaga ASN yang terampil dan berkualitas. Lalu, dikembangkan minat dan bakatnya.

“Itu semacam talent pool kalau di korporasi swasta. Karena ke depan dibutuhkan SDM aparatur yang berkualitas,” jelasnya. Anas, berharap, para CPNS terpilih bisa menjadi teladan di unit kerjanya masing-masing. Anas juga meminta agar CPNS baru bisa terus menambah referensi. Jangan berhenti baca buku, ujarnya. Kehadiran CPNS baru ini menjadi penyemangat dan optimisme baru bagi Banyuwangi di tengah pandemi Covid-19.

“Menjadi PNS di Banyuwangi ini seleksinya sangat ketat. Meskipun perekrutan digelar terbuka dan dari mana saja bisa menjadi CPNS, ternyata mayoritas yang terpilih adalah putra-putri Banyuwangi. “Ini menunjukkan anak-anak Banyuwangi memiliki kualitas,” jelasnya.

Kepala BKD Banyuwangi Nafi’ul Huda, mengatakan, seharusnya penerima SK CPNS sebanyak 251 orang. “Namun satu diantaranya, meninggal dunia karena sakit. “Jadi total sebanyak 250 orang. Mayoritas adalah warga Banyuwangi asli, yaitu 212 dari Banyuwangi dan sisanya dari luar daerah,” pungkasnya. (wir)