Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jawa Timur/Jatim dinilai sebagai provinsi yang peduli dalam melayani dan melindungi pekerja migran. Atas  kepeduliannya ini, Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah, memberikan apresiasi penghargaan kepada provinsi Jatim. Penegasan itu dikemukakan, Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Disnakertrans Jatim.

Kepala UPT Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Disnakertrans Jatim, Budi Raharjo, mengatakan, provinsi Jawa Timur melalui Disnakertrans Jatim dinilai Kementerian Tenaga Kerja sebagai lembaga yang memiliki Kepedulian Tinggi Terhadap Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Karena itu, Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah, memberikan apresiasi lewat penghargaan langsung kepada Disnakertrans Jatim. Bahkan, kali ketiganya, Jatim menyabet penghargaan Indonesia Migrant Workers Award mulai dari tahun 2018, 2019 dan 2020. Jatim dinilai sebagai provinsi yang paling peduli dalam melayani dan melindungi pekerja migran, lantaran telah memiliki Perda Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Selain itu, Jatim menyediakan tempat Layanan Terpadu Satu Atap, dalam mengurusi  dokumen calon pekerja migran. Kemudian terhadap Pekerja migran yang pulang dari tempat bekerja di luar negeri, juga disediakan layanan Counter HelpDesk kepulangan Pekerja migran di Bandara Juanda Sidoarjo.

Selain itu, ada pula layanan Mobil Penyuluhan Keliling dan Shelter Perlindungan bagi Pekerja migran yang bermasalah. Keberpihakan anggaran juga dilakukan, dalam APBD 2021 Pemprov Jatim menganggarkan bantuan pelatihan dan sertifikasi supaya Pekerja migran asal Jatim lebih terampil dan kompeten.

Jumlah Pekerja migran Jatim saat ini cukup banyak. Pada 2019, pemprov jatim telah menempatkan hampir 70.000 orang. Sementara di masa pandemi covid-19 telah menempatkan 17.891 orang sampai pertengahan Desember 2020. (bw)