Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 4.000 lebih pelanggar protokol kesehatan dari operasi yustisi dan sidang di tempat penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, ditangani pihak Kejaksaan Negeri Surabaya/Kejari. Selain itu, satu kasus perkara penyerangan petugas satgas Covid-19 saat operasi berlangsung, turut ditangani Kejari Surabaya.

Kejaksaan Negeri Surabaya berhasil menangani 4.332 perkara pelanggar protokol kesehatan dalam operasi yustisi dan sidang di tempat, dalam operasi penerapan protokol kesehatan yang digelar bersama tim gabungan, yang digelar di Surabaya sejak pandemi Ccovid-19 selama 2020.

Kajari Surabaya, Anton Delianto, mengatakan, dari perkara 3.252, pelanggar telah membayar sanksi denda yang diberikan, dan berhasil mengumpulkan uang denda dari pelanggar protokol kesehatan sebesar Rp 199.263.000,dimana sebanyak Rp 152.452.000 uang denda yang ditangani seksi pidana umum ini dimasukkan ke kas daerah sebagai penerimaan negara bukan pajak.

Disamping pelanggaran, satu perkara dinaikkan ke perkara pidana, dimana pelanggar protokol kesehatan melakukan tindakan penyerangan terhadap satgas Covid-19 saat operasi yustisi dilangsungkan dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.

Masyarakat dihimbau mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 serta terhindar dari sanksi denda. (agung/stv)