Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi menggerebek sebuah rumah di Bangkalan Madura, yang digunakan sebagai laboratorium pembuatan bom ikan. Tak tanggung-tanggung, dari hasil penggerebekan, petugas berhasil menyita beberapa puluhan ton bahan peledak sebagai bahan baku pembuatan bom ikan. Seperti, potasium chlorate dan sodium perchlorate. Puluhan kilogram belerang, puluhan kilogram potasium nitrate, hingga beberapa kilogram sumbu peledak. Selain itu, petugas juga mengamankan satu orang pelaku yang berperan sebagai penjual, sekaligus perakit bom ikan yang biasa di pasarkan di kalangan nelayan.

Seperti inilah, penggerebekan yang dilakukan petugas gabungan dari Korpolairud Baharkam Mabes Polri dan Ditpolairud Polda Jatim di salah satu rumah di kawasan Socah, Kabupaten Bangkalan beberapa hari lalu. Rumah yang disulap menjadi laboratorium pembuatan bom ikan itu, adalah rumah milik MB 43 tahun. Di rumah Inilah, MB biasa merakit bom-bom ikan dengan bahan peledak kimia berbahaya. Seperti, potasium chlorate, sodium perchlorate, belerang, lengkap dengan sumbu peledak siap pakai. Dari tangan MB, petugas menyita bahan baku perakitan bom ikan berupa potasium chlorate sebanyak 2.400 kilogram dan bahan-bahan detonator lainnya. Selain itu, petugas juga menemukan satu poket sabu-sabu, yang diduga digunakan pelaku saat membuat bom ikan.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya praktik perakitan bom ikan di Bangkalan Madura. Informasi tersebut segera ditelusuri dan dilakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil melakukan penggerebekan di rumah MB dan menemukan beberapa ton bahan baku pembuatan bom ikan. Tak berhenti sampai di pelaku MB, petugas kemudian melakukan pengembangan dan pelacakan terkait asal muasal beberapa ton bahan baku bom ikan yang didapatkan MB hingga akhirnya petugas berhasil mendapatkan barang bukti potasium chlorate sebanyak 9.350 kilogram dan sodium perchlorate 4.625 kilogram yang didapat dari sebuah perusahaan di kawasan Margomulyo Surabaya. Bahan peledak itu akhirnya diamankan petugas lantaran diduga ilegal, tak dilengkapi izin kepemilikan sebagaimana mestinya.

Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, yang hadir dalam press release tersebut mengatakan, selain biasa merakit bahan-bahan tersebut menjadi bom ikan, pelaku MB juga biasa menjadi pemasok atau supplier bahan-bahan pembuatan bom ikan tersebut. Pelaku MB biasa menjual bahan tersebut kepada seseorang di Makasar Sulawesi Selatan, untuk potasium chlorate tersebut dijual dengan harga Rp 35.000 per kilogramnya. Sedangkan, sumbu detonator dijual secara terpisah dengan harga Rp 20.000 per buahnya. Total barang bukti yang didapatkan dari tangan MB dan perusahaan pemasok bahan-bahan tersebut kepada m-b sebanyak 16.375 kilogram atau setara kurang lebih 16 ton potasium chlorate dan sodium perchlorate. Selain itu, Komjen Agus, juga mengklaim efek dari pengungkapan kasus tersebut, pihaknya telah menyelamatkan laut indonesia dari bahaya bom ikan yang dapat merusak terumbu karang dan spesies ikan maupun biota laut lainnya. Karena satu bom ikan memiliki daya ledak radius 50 meter persegi. Sehingga dari keseluruhan total barang bukti, daya ledak yang ditimbulkan dapat menimbulkan kerusakan seluas 350 hektar

Pelaku bakal mempertanggung jawabkan perbuatannya, lantaran dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat tentang bahan peledak dan atau pasal 122 UU tentang sistem budidaya pertanian berkelanjutan, dan pasal 127 ayat 1 UU narkotika, dengan ancaman hukuman pidana lebih dari 20 tahun penjara. (farid/stv)