Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Harga telur di tingkat pengecer paling bawah mencapai Rp 28.000 per kilogramnyam Komisi B melakukan sidak di sejumlah pasar surabaya. Hasil pantauan memang terdapat kenaikan harga dari peternak, anggota Komisi B DPRD kota Surabaya meminta Disperindag, untuk melakukan pemantauan dan peringatan kepada peternak, untuk tidak memanfaatkan momen Nataru dalam menaikkan harga telur.

Antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang tahun baru 2021, anggota komisi B DPRD Surabaya bersama dinas ketahanan pangan dan polrestabes melakukan sidak ke sejumlah pasar di Kota Pahlawan, yakni, Pasar Tambakrejo, Pasar Pabean dan Pasar Keputran Surabaya.

John Tamrun, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya ini ingin memastikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok stabil dan terpenuhi stoknya selama libur panjang tahun baru, yang sejauh ini banyak keluhan terhadap harga telur di pasaran yang mencapai Rp 28.000 per kilogramnya. Namun, dari hasil pantauan politisi PDI Perjuangan ini di tingkat distributor harga telur mencapai Rp 25.000, lantaran memang mengalami kenaikan dari peternak telur yang mencapai Rp 22.000 hingga Rp 23.000 per kilonya. Sehingga, wajar saja jika harga bisa mencapai Rp 28.000 pada tingkat suplier bawah hingga pengecer.

Kendati demikian, pihaknya mendesak Disperindag agar terus melakukan pemantauan dan imbauan serta peringatan agar tidak mengambil kesempatan, agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan aman dan harga normal. Sementara, untuk pantauan harga komoditi lainnya tidak mengalami kenaikan. Seperti, harga bawang merah dan bawang putih cenderung turun dari sebelumnya di masa sebelum Natal lalu, dikisaran Rp 22.000 untuk bawang putih, kini menjadi Rp 19.000. (stady/stv)