Surabaya, (bisnissurabaya.com) –  Dampak wabah corona luar biasa. Selain menghantam sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur/Jatim, selama pandemi ini juga dituding sebagai penyebab banyaknya emak-emak hamil.

Hal itu terlihat dari data angka kehamilan di Jatim mengalami kenaikan. Pada Februari 2020 tercatat 2,84 persen, sementara November lalu menjadi 2,85 persen atau meningkat 0,01 persen.

“Kenaikan ini terjadi karena pandemic covid- 19. Terutama saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB,” Kata Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukaryo Teguh Santoso, usai memberikan pemaparan dalam kegiatan Refleksi Program Bangga Kencana 2020 di Surabaya Rabu (30/12) kemarin.

Menurut dia, angka kehamilan di Jatim mengalami kenaikan. Berdasarkan data di BKKBN Jatim menyebutkan pada Februari 2020 tercatat 2,84 persen. Sementara November lalu tercatat 2,85 persen atau meningkat 0,01 persen.

Kenaikan ini, kata dia, terjadi karena pandemic covid-19. Terutama saat diberlakukan PSBB. Namun, angka kehamilan mulai melandai pasca PSBB, karena kampanye besar-besaran yang dilakukan BKKBN Jatim. Yaitu, kampanye cegah kehamilan dan tunda kehamilan.

Sukaryo, menjelaskan, bahwa selama pandemi covid-19 ini, dari data yang diperoleh untuk KB di atas target. Semula targetnya 65,5 persen. Namun, per Nopember mencapai 75,6 persen. Menurutnya, selama ini masyarakat yang ber KB terlayani dengan baik. Begitupun secara kualitas penggunaan kontrasepsi jangka Panjang baik vasektomi, tubektomi dan implan di Jatim melebihi target, Yakni dari 24 persen menjadi 28 persen pada November 2020. (bw)