Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kasus ancaman pembunuhan terhadap menkopolhukam Machfud MD, yang dilakukan sejumlah simpatisan FPI di Pamekasan dan Pasuruan memasuki babak baru. Berkas pemeriksaan kasus ini, kini telah dilimpahkan ke Kejati Jawa Timur/Jatim dan segera disidangkan. Pernyataan tersebut disampaikan, Kajati Jatim, Muhammad Dhofir, dalam acara penyampaian analisa dan evaluasi, anev akhir tahun 2020 Rabu (30/12).

Berkas berita acara pemeriksaan kasus ancaman pembunuhan Machfud MD, yang dilakukan lima anggota FPI Pamekasan dan Pasuruan telah selesai. Berkas ini, juga telah dilimpahkan ke Kejati Jatim dan segera disidangkan.

Menurut dia, perkara ini paling mendapat perhatian dari masyarakat, dari berbagai perkara lainnya yang ditangani sepanjang tahun 2020. Kejati Jatim telah menerima berkas kasus ini dan dianggap P21 atau telah sempurna.

Empat anggota FPI asal Pasuruan ini adalah Samsul Hadi, Gus Nawawi, Abdul Hakam, dan Muhammad Sirojuddin. Mereka ditangkap Polda Jatim karena mengunggah video bermuatan sara, bernada hasutan dan ancaman pembunuhan terhadap Machfud MD di channel youtube Amazing Pasuruan, pada 9 November lalu.

Sementara, satu berkas perkara lagi juga dinyatakan P21. Yakni, kasus pelanggaran protokol kesehatan, kerumunan massa FPI dan ancaman pembunuhan terhadap Machfud MD, saat aksi persekusi di rumah orang tua Menkopolhukam Pamekasan, Madura, pada 1 Desember lalu.

Kini, para tersangka masih ditahan di tahanan Kejaksaan Tinggi Jatim sambil menunggu proses persidangan. Rencananya proses persidangan para terdakwa akan dilangsungkan secara online, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi. (feri/stv)