Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi berhasil membongkar praktik pembuatan sabu-sabu rumahan dengan bahan baku utama obat sakit kepala dan sejumlah bahan kimia seperti ethanol hingga asam sulfat. Beruntung, alat-alat dan bahan baku sudah didapatkan, para pelaku mengaku belum sempat memproduksi barang haram tersebut, lantaran berhasil digerebek petugas terlebih dahulu. Bahkan, salah satu inisiator pembuatan sabu-sabu rumahan inipun mengaku nekat memproduksi sabu-sabu, karena tingginya permintaan sabu jelang pesta malam pergantian tahun baru mendatang.

Penggerebekan yang dilakukan polisi, beberapa waktu lalu disalah satu kos-kosan yang ternyata disulap menjadi laboratorium pembuatan sabu-sabu rumahan di kawasan Rangkah Surabaya. Dari penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan enam orang tersangka. Yaitu, Ivan Wahyu, asal Surabaya, Saiful asal Bangkalan Madura, M Rozak asal Surabaya, M Iqbal asal Tuban, M Arifin asal Surabaya, dan MO asal Surabaya.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita sejumlah alat pendukung dan bahan baku pembuatan sabu-sabu. Seperti, obat sakit kepala yang digunakan sebagai bahan baku utama dan bahan-bahan kimia sebagai campurannya, seperti ethanol hingga asam sulfat. Selain itu, disita pula alat-alat pendukungnya. Seperti tabung ukur, blender hingga aluminium foil.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, mengatakan, pihaknya berhasil membongkar praktik industri sabu-sabu rumahan tersebut berkat informasi masyarakat yang melaporkan adanya pembuatan sabu-sabu rumahan di kawasan Rangkah Surabaya yang akhirnya didalami dan berhasil dibongkar. Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa tersangka Ivan Wahyu, yang selama ini menjadi inisiator yang dibantu lima orang tersangka lainnya. Beruntung, para pelaku belum sempat memproduksi barang haram tersebut, lantaran berhasil digerebek jajarannya terlebih dahulu. Meski demikian, pihaknya tak percaya begitu saja. Karena ada dugaan para pelaku ini sudah berhasil memproduksi sabu-sabu. Parahnya lagi, para pelaku nekat memuat sabu-sabu ini lantaran tingginya pesanan sabu-sabu jelang pesta pergantian malam tahun baru mendatang.

Sementara itu, dihadapan polisi, Ivan Wahyu, mengaku, belajar membuat sabu-sabu secara otodidak dari sosial media youtube. Bahkan, Ivan, juga sempat menyebut dari satu jerigen sekali pembuatan bisa menghasilkan lima hingga tujuh gram sabu-sabu. Selain mengamankan pelaku dan barang-barang pembuatan sabu-sabu, petugas juga menyita 1.400 butir pil koplo dan satu poket sabu-sabu yang ditemukan di dalam kos-kosan yang disulap menjadi laboratorium pembuatan sabu-sabu tersebut. (farid/stv)