Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Belum beruntung dalam Pilkada Sidoarjo membakar semangat Bambang Haryo Soekartono/BHS untuk kembali berkontestasi 2024 mendatang. “Yang perlu saya garis bawahi disini, semangat kita bukan untuk mengejar kekuasaan, tetapi, untuk mewujudkan keinginan masyarakat guna menciptakan Sidoarjo yang lebih baik lagi di masa mendatang,” kata BHS di hadapan puluhan anggota tim pemenangannya, khususnya dari wilayah Dapil 3 dan 4 meliputi kecamatan Tarik, Balongbendo, Krian, Prambon, Krembung, Tulangan dan Wonoayu di Sidoarjo Selasa (29/12) siang.

“Tiga setengah tahun itu tidak lama. Mungkin di awal 2023 nanti kita sudah harus mulai bergerak lagi. Karena itu saya ingin menjaga mesin ini tetap hangat. Sehingga bisa sewaktu-waktu dijalankan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Karena itu, mantan anggota Komisi V dan VI DPR RI tersebut ingin hubungan tali silahturahmi antara dirinya dengan seluruh anggota tim pemenangannya tetap terjalin erat. Salah satunya melalui acara pertemuan yang digelarnya pada hari itu.
Melihat hasil perolehan suara yang diraihnya dalam Pilkada lalu, BHS merasa yakin masih sangat banyak warga Sidoarjo yang menerima program-programnya dan masih tetap menunggu realisasi rencana kerjanya sebagai bupati Sidoarjo.

“Saya sudah sangat siap menjadi pelayan warga Sidoarjo dan seluruh anggota tim pemenangan juga telah berupaya maksimal, tetapi takdir Allah tetap diatas segala-galanya. Dan saya terima itu dengan lapang dada,” ujar BHS.

Menurut dia, terlepas hasil akhirnya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka namun capaian kerja para anggota tim pemenangan ia nilai telah sukses melahirkan sejarah baru dalam perhelatan Pilkada di Sidoarjo.

“Sebelumnya, Paslon yang diusung PKB sebagai parpol mayoritas di Sidoarjo selalu menang mutlak. Tapi sekarang kita mampu menipiskan jarak itu hanya terpaut 1 persen saja. Prestasi bapak ibu itu sangat luar biasa,” tambah pengusaha di berbagai bidang usaha tersebut.
Catatan-catatan positif itulah yang kemudian membangkitkan kembali semangatnya untuk ikut dalam Pilkada mendatang. Tentu saja untuk meraih kemenangan di kontestasi berikutnya, ia harus mau melakukan koreksi ke dalam untuk membenahi kesalahan dan kelemahan.
Karena itulah, acara tersebut juga dijadikannya ajang menggali informasi, masukan, kritik serta saran dari para anggota tim pemenangannya tersebut. Dan kesempatan itupun digunakan beberapa koordinator desa (kordes) untuk mengutarakan keluhannya. (rin)