Banyuwangi – (bisnissurabaya.com) Tim buru sergap (buser) Polresta Banyuwangi menembak satu pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Pelaku, Sunarto (48), terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan ketika disergap.

Dimata polisi, pelaku adalah penjahat yang licin. Dia tergolong residivis kambuhan dalam kasus serupa. “Saat kita sergap, pelaku berusaha melawan. Akhirnya, kita lumpuhkan dengan tindakan tegas terukur,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (29/12) siang.

Dijelaskan, pelaku merupakan spesialis curanmor. Modusnya, mengincar rumah di malam hari. Dalam aksinya, pelaku bersama satu pelaku lain, Nasito asal Wongsorejo. Sayangnya, dia keburu kabur saat akan digerebek. Statusnya buron. Pelaku ini terbilang nekat dalam aksinya. Mereka menggunakan sejumlah peralatan untuk memotong kunci pagar. Dan, kunci T untuk merusak kunci motor, jelas Kapolresta. Kasus ini terungkap berkat laporan para korban. Pelaku disergap di rumahnya setelah polisi melakukan penyelidikan panjang.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diamankan ke Mapolresta Banyuwangi. Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, empat unit motor dan belasan kunci T. Kepada penyidik, pelaku mengaku beraksi di malam hari.

Sasarannya rumah yang sepi. Berbekal kunci palsu, pelaku dengan mudah menjalankan aksinya. Memotong kunci pagar dan mencongkel kunci motor. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian. Selain pelaku curanmor, polisi juga mengamankan penadah motor curian.

Tersangkanya, Didik Rudiyanto, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Penadah ini juga spesialis penampung motor curian, tegas Kapolresta. Tersangka dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang Tindak Pidana Penadah Barang Curian. (wir)