Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Menjelang pergantian tahun, polisi menggelar razia minuman keras (miras) secara besar-besaran. Hasilnya, sebanyak 709 botol miras diamankan. Terdiri dari berbagai merek. Mulai miras tradisional hingga buatan pabrik. Seluruhnya diamankan dari para penjual yang tidak mengantongi izin. Razia kali ini untuk mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat) menjelang pergantian tahun.

Dari ratusan miras yang disita, total ada 66 orang tersangka dengan 55 kasus. Seluruh barang bukti diamankan di Mapolresta Banyuwangi. Rencananya akan dimusnahkan jelang pergantian tahun. “Razia miras ini untuk antisipasi penyakit masyarakat saat pergantian tahun. Ini sekaligus menghindari aksi kerumunan massa malam tahun baru,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, usai rilis akhir tahun, Selasa (29/12) siang. Ia menambahkan, sepanjang 2020, sebanyak 305 kasus peredaran miras berhasil diungkap. Jumlah kasus yang naik ke penyidikan sebanyak 207 kasus dengan 305 tersangka. Ada aturan Perda Banyuwangi terkait peredaran miras ini. “Kami menggunakannya untuk menjerat pelaku,” tegas Kapolresta.

Pihaknya berharap, malam tahun baru tidak ada aksi pesta miras. Sehingga, dilakukan razia massal. Mulai tingkat Polresta hingga Polsek. Menariknya, dari sekian miras yang diamankan, minuman jenis arak tetap mendominasi. Miras asal Bali ini diamankan dalam bentuk kemasan botol siap saji. “Semua barang bukti diamankan dari toko-toko yang tak berizin,” pungkas Kapolresta. (wir)