Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Bupati Banyuwangi terpilih Ipuk Fiestiandani, menghadiri Rakercab II Diperluas Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi, Selasa (29/12) siang. Pemenang pilkada Banyuwangi 2020 ini mengajak para alumni GMNI dan GMNI mencari solusi permasalahan daerah. Sebab, di tengah pandemi Covid, tantangan pemulihan ekonomi daerah cukup berat.

Menurut Ipuk, sapaan akrab istri Bupati Abdullah Azwar Anas ini, ada tiga hal tantangan pokok bagi pemerintah daerah pasca Covid. Diantaranya, kemiskinan dan pengangguran yang meningkat akibat pandemi. Lalu, pembangunan di daerah yang belum merata. Belum meratanya pembangunan ini, kata Ipuk, akibat luasnya wilayah Banyuwangi dengan anggaran yang terbatas. Tantangan selanjutnya adalah radikalisme dan intoleransi. “Kami sudah menyiapkan program untuk mengatasi tiga persoalan ini. Khusus pemerataan pembangunan, kita akan fokus kegiatan berbasis desa. Nanti, GMNI akan kami libatkan,” tegasnya.

Pihaknya mengajak jajaran PA GMNI dan DPC GMNI Banyuwangi tidak hanya mengkritik kebijakan pemerintah daerah. Namun, ikut memberikan solusi dalam memecahkan persoalan di daerah. Terkait radikalisme, lanjut Ipuk, pihaknya akan membuat program yang akan membuka pemahaman masyarakat akan indahnya perbedaan. Mulai perbedaan agama hingga kelompok.
Sementara itu, Sekretaris PA GMNI Banyuwangi Marcelinus Florianus menegaskan Rakercab PA GMNI dan DPC GMNI Banyuwangi tahun ini mengambil tema yang beda. Yakni, peran aktif GMNI dalam program pembangunan Banyuwangi. “Artinya, kali ini kami ingin bergabung dengan pemerintah daerah dalam memajukan Banyuwangi,” kata pria yang akrab dipanggil Marcel tersebut.

Selama ini, lanjut Marcel, GMNI selalu kritis dengan kebijakan pemerintah daerah. Bahkan, kerap melakukan aksi turun jalan mengkritisi kebijakan yang ada. Menurutnya, aksi itu menjadi bagian kontrol dalam memajukan daerah. Pihaknya berharap pembangunan Banyuwangi yang sudah bagus bisa dilanjutkan Bupati terpilih. (wir)