Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Mulai kendornya masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan, membuat Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya mulai mengintensifkan operasi yustisi. Dari operasi yustisi di Pasar Menur, Semolowaru, dan Klampis Ngasem, petugas mendapati 98 warga tak memakai masker. 98 warga ini tak mendapat sanksi sosial, melainkan langsung menjalani tes swab di puskesmas.

Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ini digelar tiga pilar di Kecamatan Sukolilo. Operasi yustisi dilakukan di tiga pasar, yakni Pasar Menur, Semolowaru, dan Klampis Ngasem. Hasilnya, petugas mendapati 98 warga yang tak memakai masker.

20 orang hasil OPS di Pasar Menur. 41 orang, di Pasar Semolowaru dan 37 orang di pasar Klampis Ngasem. Danramil Sukolilo, Mayor Infrantri Supriyo Triwahono, mengatakan, mereka yang tak patuh protokol kesehatan tidak mendapat sanksi sosial. Namun, mereka langsung dibawa ke Puskesmas Menur untuk menjalani tes swab. Seandainya positif Covid-19, akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Haji Surabaya.

Pemkot Surabaya melalui tiga pilar akan terus melakukan operasi yustisi hingga malam pergantian tahun baru. Ini dilakukan untuk menekan penyebaran pasien Covid-19 yang terus meningkat. (stady/stv)