Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Jalur penyeberangan Ketapang, Banyuwangi – Lembar, Lombok resmi dibuka, Sabtu (26/12) pagi. Rute baru ini jauh lebih irit dibandingkan perjalanan via darat (Gilimanuk – Padangbai). Waktu tempuh sekitar 12 jam. Selain irit, perjalanan dianggap lebih aman dan nyaman bagi para sopir.

Rute baru ini dilayani 7 armada kapal berkekuatan besar. Kapasitas hingga 40 truk besar. Tarif tiketnya, Rp 105.800 untuk penumpang pejalan kaki. Sedangkan kendaraan roda dua Rp 115.890, dan kendaraan pribadi mulai Rp 1.083.690. Sementara kendaraan truk mulai Rp 1.922.935. “Rute baru ini untuk menambah layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang. Alasannya, ikut mengurai kendaraan dari jalur Gilimanuk Denpasar yang selalu padat, khususnya truk,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi, usai peresmian rute Ketapang – Lombok, di Banyuwangi Sabtu (26/12) pagi.

Menurut dia, rute ini dilayani dengan jadwal yang tepat. Mirip rute Ketapang Gilimanuk. Meski muatan belum penuh, jika jadwalnya berangkat, harus segera meninggalkan dermaga. Ini untuk kepastian pelayanan. Meski baru satu kendaraan, ya harus berangkat, jelasnya. Pihaknya berharap, rute baru ini bisa menjawab kegelisahan Pemprov Bali terkait kepadatan kendaraan di jalur Gilimanuk – Denpasar. Lalu, mempermudah para sopir yang akan menyeberang ke Lombk dari Pelabuhan Ketapang.

Sementara itu, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, menambahkan, pembukaan rute Ketapang – Lombok untuk bagian dari peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan. Layanan rute baru ini tak murni bisnis, tapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat, tegasnya. Sebab, kata dia, hampir 45 persen kendaraan truk yang menyeberang dari Ketapang ke Bali bertujuan ke Lombok. Dari fenomena ini, pihaknya membuka rute Ketapang – Lombok agar para sopir lebih aman, irit dan nyaman.

Salah satu sopir truk, Nurhadi, mengaku, cukup terbantu dengan rute Ketapang – Lombok. Selain lebih irit, dirinya bisa lebih aman. Sebab, bisa beristiharat selama pelayaran. Kalau selisih biaya bisa sekitar Rp 800.000 Rp 1.000.000. Belum lagi kenyamanan dari resiko di jalan, ujarnya. Biasanya, kata Nurhadi, jika perjalanan via darat dari Ketapang, membutuhkan waktu sekitar 18 jam. Harus menyeberang dua kali. Belum lagi jika terkena kemacetan. Jika menggunakan kapal langsung dari Ketapang ke Lombok, hanya membutuhkan sekitar 12 jam. (wir)