Banyuwangi,  (bisnissurabaya.com) – Bak mimpi di siang bolong. Tanpa sebab yang jelas, seorang mekanik bengkel asal Wongsorejo, Banyuwangi dikeroyok sejumlah orang. Akibatnya, pria yang bekerja sebagai mekanik bengkel ini mengalami sejumlah luka.

Wajahnya lebam terkena serangan bogem mentah. Taak terima dengan kejadian ini, korban melapor ke Polresta Banyuwangi, didampingi pengacara. Pria nahas itu, Saiful Bahri (35), warga Desa/Kecamatan Wongsorejo. Peristiwa ini terjadi, Senin (14/12) lalu.

Kronologisnya, sekitar pukul 14.00 WIB, korban berniat pulang setelah jalan-jalan dari sebuah pusat perbelanjaan di kota Banyuwangi. Di tengah jalan, korban mendapat telepon dari seseorang. Tanpa curiga, korban menuruti ajakan pria yang menelepon. Korban diajak bertemu di sebuah SPBU di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Begitu korban tiba di SPBU, sejurus kemudian, muncul sebuah mobil menghampirinya. Tanpa basa basi, penumpang di dalam mobil langsung menghampiri korban. Mereka menghajar korban dengan membabi buta. Karena kalah banyak, korban tak berani melawan. Hanya bisa pasrah. Akibatnya, wajahnya dipenuhi luka lebam.

Kejadian ini baru dilaporkan ke Polresta Banyuwangi dua hari setelah kejadian. Korban baru berani melapor setelah didampingi pengacara. “Awalnya laporan korban sempat mengalami hambatan. Setelah kami damping, akhirnya laporan klien kami diterima dan teregister dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP),” kata Heri Sampurno, pengacara korban, Senin (21/12) siang.

Pengacara dari Kantor Advokat Jay dan rekan ini menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan penanganan perkara di Polresta. Dia berharap, polisi bisa bertindak cepat dan akurat. Sehingga, pelaku penganiayaan dan pengeroyokan ini bisa segera terungkap.

“Kami berharap, kawan-kawan di Kepolisian bertindak professional. Keterangan saksi korban sudah gambling. Apalagi, identitas pelaku juga sudah disebut korban,” pungkas pengacara yang akrab disapa Heri Capung ini. (wir)