Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kapolda Jatim bersama Pangdam, menggelar audiensi bersama guru besar dan Rektor Universitas Negeri/ Swasta se-Jawa Timur/Jatim.Pertemuan silaturahmi ini membahas situasi Kambtibnas di Jatim, serta menyatukan langkah guna menangani penyebaran Covid-19. Sementara, merujuk situasi keamanan nasional saat ini, guru besar akademisi di Jatim sepakat, intoleran di tengah pandemi hanya akan menimbulkan konflik dan memperlambat laju pemerintah serta TNI-Polri dalam menekan angka covid sekaligus menciptakan situasi keamanan Jatim yang kondusif.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menggelar pertemuan audiensi bersama guru besar dan Rektor Universitas Negeri/Swasta se-Jatim, di Gedung Patuh Mapolda Jatim Jum’at (18/12).

Dihadapan Forum Akademisi, Kapolda menyampaikan saat ini trend Covid-19 di Jatim mengalami lonjakan kasus cukup signifikan. Karena itu, Kapolda Jatim menginginkan sinergitas seluruh elemen, termasuk melibatkan pakar akademisi. Dukungan keilmuan sekaligus kampanye disiplin prokes, tentunya sangat dibutuhkan guna menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

Mendukung langkah TNI-Polri, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Jawa Timur, Prof Dr Sukowiyono, menegaskan, apa yang telah dilakukan TNI-Polri dalam penanganan Covid-19 di Jatim sudah sesuai jalur. Hanya saja, sinergitas TNI-Polri tangani Covid-19 terganggu, oleh sekelompok individu intoleran yang saat ini menjadi perhatian nasional.

Sikap intoleran di tengah wabah Covid-19, dinilai hanya menjadikan bangsa semakin repot menangani penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, tak sedikit individu atau kelompok dengan sengaja mengabaikan protokol kesehatan dan membuat penyebaran covid-19 semakin susah dikendalikan.

Hal senada, diungkapkan Ketua Forum Intelektual Indonesia, Prof. Dr. Puruhito. Ia menegaskan, sikap intoleran yang berkembang adalah biang konflik di masyarakat. Sangat disayangkan, jika sifat intoleran kemudian berkembang hingga mengganggu pemerintah menangani wabah. Terlebih, virus Covid- 19 dalam dunia medis adalah hal baru. Dimana para pakar kedokteran tengah berjuang menemukan penawarnya.

Guru besar dan seluruh rektor di Jawa Timur sepakat, saat ini vaksin yang paling rasional adalah menjalankan protokol kesehatan. Yakni, disiplin 3M, menjaga jarak, mencuci tangan serta memakai masker. (bw)