Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polresta Banyuwangi, Jawa Timur menyiapkan sedikitnya 938 personel untuk mengamankan libur Natal dan tahun baru (Nataru). Targetnya, melarang aksi konvoi malam tahun baru dan aksi kerumunan massa. Selama libur akhir tahun, warga diimbau tetap di rumah. Salah satu alasannya, Kabupaten Banyuwangi masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin mengatakan pengamanan Nataru tahun ini difokuskan pada kepatuhan protokol kesehatan (prokes), selain keamanan rumah ibadah dan aktivitas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk.

“Kita siapkan 23 pos pantau dan pos pelayanan. Pengamanan Nataru tahun ini fokus pada Banyuwangi yang sehat di akhir tahun. Warga diimbau tak menggelar aksi kerumunan,” kata Kapolresta usai gelar pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Mapolresta Banyuwangi, Senin (21/12) pagi.

 Dijelaskan, pos pengamanan dan pos pantau Nataru mengedepankan kesehatan dan keamanan masyarakat. Khusus pos pelayanan di Pelabuhan Ketapang, pihaknya memastikan pelayanan di pelabuhan dengan protokol kesehatan. Seperti, penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu tubuh bagi calon penumpang.

“Pelabuhan Ketapang ini sangat strategis ketika libur akhir tahun. Namun, harus tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelasnya. Tak hanya Ketapang, pihaknya menerjunkan pengamanan di kawasan obyek wisata. Sasarannya, kepatuhan protokol kesehatan bagi pengelola wisata dan wisatawan.

“Kita juga menyarankan kegiatan malam tahun baru maksimal 50 orang. Baik di ruangan maupun luar ruangan,” tegasnya. Langkah ini, lanjut Kapolresta, menghindari munculnya kasus baru penyebaran Covid. Pihaknya memastikan akan membubarkan aksi yang memicu kerumunan massa  dalam jumlah besar. Seperti aksi konvoi malam tahun baru.

“Jika ada aksi konvoi, pasti kami bubarkan. Selain rawan kecelakaan, juga rawan penyebaran Covid,” tegasnya. Penempatan personel pengamanan Nataru ini dilakukan mulai 21 Desember hingga 4 Januari 2020. Mereka berasal dari gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan instansi terkait. Pihaknya berharap, semua komponen masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan selama libur Nataru. (wir)