Bangkalan, (bisnissurabaya.com) -Mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3 M) dikemas dalam bentuk Gowes bareng di Bangkalan, Sabtu (19/12) pagi. Kegiatan Gowes bareng edukasi protokol kesehatan (Prokes) bagi warga Bangkalan sendiri menempuh rute sepanjang 8.5 km mulai dari Pendopo Kabupaten Bangkalan menuju ke Pasar Senenan.

Acara tersebut juga dilakukan bagi-bagi maker, sembako kepada tukang becak dan beberapa PKL sekitar Pasar Senenan. Lalu dilanjut ke stadion Gelora Bangkalan serta silaturahmi di Ponpes Nurul Khoir menyerahkan 200 paket sembako.

Dengan menggunakan kaos bertuliskan Pakai Masker warna hijau, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, bersama intansi vertikal memimpin rombongan Gowes bersama Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Amin Imron, dan para Forpimda Bangkalan dan beberapa komunitas Sepeda di Bangkalan.

“Penggunaan masker ini harus menjadi gerakan bersama agar penyebaran virus Covid-19 bisa terus menurun. Lewat Gowes ini, kami membagi-bagikan masker kepada masyarakat sekaligus meembagikan sembako yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat kurang mampu yang terdampak,” kata Heru.

Tak hanya itu, di tengah pandemi seperti ini, roda ekonomi masyarakat juga harus berjalan dengan diiringi penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
“Kalau Ibu Gubernur mengistilahkan Rem dan Gas antara pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi bisa dikurangi agar roda ekonomi bisa terus berjalan,” jelasnya.
Di setiap titik, Sekdaprov Heru tidak lupa membagi-bagikan masker sambil berpesan agar masyarakat terus disiplin menggunakan masker yang baik dan benar. Saat ini, memakai masker merupakan salah satu hal sederhana namun memiliki dampak yang besar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Masyarakat bisa tetap produktif namun aman dan terlindungi dari Covid-19 jika disiplin pakai masker yang benar. Saat melakukan siaran langsung di radio Suara Bangkalan, Sekdaprov berpesan kepada masyarakat agar dalam menghadapi libur panjang akhir tahun, maka yang harus disikapi dengan kesiapsiagaan dan kehati-hatian.

Jangan sampai, nanti muncul kluster baru pasca libur panjang. Pemprov Jatim, lanjutnya, akan memberikan pengawasan dan pendampingan di setiap titik wisata. Mulai pengawasan pengunjung memakai masker, pengecekan suhu tubuh untuk memastikan pengunjung dapat berwisata dengan aman dan sehat. “Kita harus terus memastikan roda ekonomi kita jalan disamping penerapan protokol kesehatan juga harus dilakukan secara ketat. Diharapkan nanti tidak muncul kluster baru pasca libur panjang dan akhir tahun,” tutupnya. (bw)