Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Anak-anak muda pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi, mendapat kesempatan bertemu dan mempresentasikan produknya di hadapan para investor. Melalui program Simpul Talenta–Talent Hub Banyuwangi yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja/BLK Banyuwangi yang merupakan program dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker), anak-anak muda pelaku ekonomi kreatif Banyuwangi mendapat pelatihan dan pendampingan serta dipertemukan langsung dengan para investor.

“Kami berterima kasih pada pemerintah pusat dalam hal ini Kemenaker, yang telah memfasilitasi anak-anak muda kreatif di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Jumat (18/12). Anas, mengatakan, generasi milenial memiliki kecenderungan unik dan kreatif, dengan pemilihan pekerjaan yang unik dan kreatif pula.

“Dengan program ini ide-ide kreatif anak-anak generasi milenial Banyuwangi memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya,” kata Anas.
Simpul Talenta merupakan program pengembangan talenta muda dengan menggunakan pendekatan lokalitas berdasarkan keunikan potensi kawasan yang diangkat.

Di Banyuwangi sendiri terdapat kelompok anak-anak muda kreatif yang mengikuti program ini, seperti Waruung.com, Kemunir Coffee, Palm Sugar Cafe, WakeUp Banyuwangi, Kelontongku.id, dan lainnya.

“Selama ini masih banyak pandangan bahwa yang namanya pekerjaan adalah di kantoran. Padahal banyak anak-anak muda yang berpenghasilan namun tidak har
us kerja dari kantor. Nah, program ini membidik anak-anak muda untuk melirik dan fokus di sektor ekonomi kreatif dengan mengangkat potensi yang ada di daerahnya,” kata Head Region Simpul Talenta Banyuwangi, Vicky Hendri Kurniawan.

Program ini diikuti oleh 70 orang yang terbagi dalam tiga kelas. Kelas rintisan yang diikuti oleh 30 orang, karir 25 orang, dan mahir 15 orang.

Kelas Karir adalah anak-anak muda yang ingin memulai usaha, yang bisa diikuti mulai fresh gaduate hingga mereka yang ingin memiliki usaha kreatif. Kelas rintisan dikhusukan untuk para UMKM/Start-Up, dimana mereka sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkan usahanya. Sementara Kelas Mahir adalah para praktisi di bidangnya, yang diharapkan menjadi pelopor dalam mentoring anak-anak muda lainnya.

“Tiga kelas ini mendapat pelatihan dan pendampingan yang berbeda-beda dari para profesional baik lokal maupun nasional,” kata Vicky. Ia mengatakan, anak-anak muda kreatif ini mendapat pelatihan dan pendampingan melalui Upschool, yang berfokus pada pelatihan peningkatan skill tematik dengan membidik mulai peserta dari lulusan baru, UMKM atau startup, dan praktisi profesional.

Setelah melalui tahapan Up-School mereka, dipertemukan langsung dengan investor melalui program Connex. Program Connex ini merupakan kanal informasi tren produk kekinian, tenaga kerja baru, penjaringan, dan penyaluran peserta pelatihan.

Di sinilah mereka mempresentasikan produknya di hadapan para investor yang terdiri dari akademisi, pengusaha/perusahaan, komunitas, pemerintah, dan media. Perusahaan yang tergabung dalam program ini di antaranya, Santara, Jagoan Indonesia, Sovantara, dan lainnya.

“Para investor inilah yang akan menjawab kendala dan yang dihadapi anak-anak muda pelaku ekonomi kreatif ini, serta memberikan solusi,” jelas Vicky.

Triyan Febriandika sebagai Networking Manager Simpul Talenta menjelaskan program Up-School ini telah berjalan sejak 12 Oktober, dan sejak 5 Desember memasuki tahapan Connex. Hingga saat ini proses mentoring atau pendampingan masih terus berlangsung.

“Sudah ada anak muda Banyuwangi yang mulai menjajaki kerja sama dengan perusahaan nasional. Inilah salah satu fungsi program ini, yakni melatih dan menjembatani para pelaku ekonomi kreatif daerah dengan dunia kerja,” kata Triyan. Ia menambahkan, karena masih masa pandemi semua program dilakukan secara virtual. (wir)